Sepuluh peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026 yang tergabung dalam Kelompok Latihan (Poklat) XIV menggelar kuliah kerja profesi (KKP) di Polresta Bandar Lampung dengan fokus utama membahas penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (18/5) itu dibuka langsung oleh Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Dalam pelaksanaan KKP tersebut, Poklat XIV mengusung misi krusial berupa analisis mendalam terhadap permasalahan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Isu ini dipilih karena dampaknya yang langsung menyentuh stabilitas ekonomi dan hajat hidup masyarakat luas. “Isu ini dipilih karena dampaknya yang langsung menyentuh stabilitas ekonomi dan hajat hidup masyarakat luas,” ujar salah satu peserta, Serdik Sespimmen Dikreg ke-66 Dhanar Dhono Vernandhie, dalam keterangannya pada Selasa (19/5/2026).
Pembahasan analisis tersebut dikupas secara komprehensif melalui tiga instrumen penegakan dan pelayanan kepolisian. Pertama, pendekatan preemtif berupa edukasi dan imbauan kepada masyarakat serta pelaku usaha agar penyaluran BBM tepat sasaran. Kedua, langkah preventif dengan optimalisasi pengawasan di lapangan bersama instansi terkait untuk mempersempit ruang gerak para pelaku penyelewengan. Ketiga, penegakan hukum sebagai langkah tegas terhadap mafia maupun oknum yang terbukti menimbun atau menyalahgunakan BBM bersubsidi.
Keberhasilan mitigasi ini didasarkan pada penguatan kolaborasi erat antara Polri dengan stakeholders strategis yang turut hadir dalam pembukaan. Mereka berasal dari unsur TNI, Pemerintah Daerah Kota Bandar Lampung, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga instansi terkait lainnya. Sementara itu, kegiatan KKP diawali sejak pukul 08.00 WIB dengan pergeseran pasukan menuju Mapolresta Bandar Lampung, dilanjutkan prosesi penyambutan resmi dan taklimat awal. Pada sesi siang, para serdik melakukan diskusi kelompok intensif guna menentukan sasaran wawancara demi mengumpulkan data yang akurat di lapangan.
Para peserta Poklat XIV turut didampingi tiga orang supervisor, yakni Brigjen Muhammad Firman, Brigjen Hendra Kurniawan, dan Kombes Yogi Ginanjar. Hadir pula perwira pendamping (paping) antara lain Kombes Guntur Hindarsyah dan Kombes Purnama. Di sisi lain, kesepuluh peserta didik Sespimen ini juga membagikan sembako ke panti asuhan sebagai wujud kepedulian sosial secara nyata.
Artikel Terkait
Erin Wartia Lawan Keputusan Komisi III DRI yang Beri Perlindungan ke Mantan ART, Tuduh Proses Hukum Tak Berimbang
Fraksi Golkar MPR Dorong Percepatan UU Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Infrastruktur
Pemerintah Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jadi Rp268 Triliun Demi Efisiensi
PT Andalan Artha Primanusa Targetkan Pendapatan Rp1,41 Triliun pada 2027 di Tengah Tekanan Pasar Global