LPS Targetkan Aset Rp303,5 Triliun pada 2026, Fokus pada Penguatan Kredibilitas

- Selasa, 19 Mei 2026 | 20:15 WIB
LPS Targetkan Aset Rp303,5 Triliun pada 2026, Fokus pada Penguatan Kredibilitas

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, membidik peningkatan aset hingga Rp303,5 triliun pada tahun ini. Target tersebut naik signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang saat ini masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Untuk 2025 asetnya Rp276,2 triliun ini sudah dalam finalisasi audit BPK. Tahun 2026 kami menargetkan kenaikan aset Rp303,5 triliun,” ungkap Anggito dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Sementara itu, dari sisi pendapatan premi, LPS menargetkan perolehan sebesar Rp40,3 triliun pada tahun ini. Angka itu meningkat dari realisasi pendapatan premi tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp37,6 triliun.

Meski menargetkan pertumbuhan aset dan pendapatan premi, Anggito menegaskan bahwa LPS tidak berorientasi pada target pendapatan semata. Lembaga tersebut justru lebih fokus pada penguatan kredibilitas dan kesehatan keuangan agar fungsi penjaminan simpanan nasabah dapat berjalan secara optimal.

“Kami tidak menargetkan pendapatan, namun agar lebih kredibel, lebih sehat sehingga bisa mencapai 2,5 persen dari DPK dan bisa memberikan pendapatan non pajak kepada negara,” jelasnya.

Penguatan kondisi keuangan ini, menurut Anggito, dilakukan untuk mencapai target rasio sebesar 2,5 persen dari dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Dengan demikian, LPS tidak hanya menjaga stabilitas sistem perbankan, tetapi juga berkontribusi pada penerimaan negara dari sektor non-pajak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar