Pasukan Israel dikabarkan telah menghadang sedikitnya 40 dari total 54 kapal yang tergabung dalam konvoi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) hingga Selasa (19/5/2026). Aksi pencegatan di perairan internasional itu terjadi sehari setelah serangan terhadap armada bantuan yang menuju Jalur Gaza pada Senin (18/5).
Berdasarkan laporan media Israel Walla yang mengutip sumber keamanan anonim, angkatan darat Israel juga menahan sekitar 300 aktivis kemanusiaan yang ikut dalam konvoi tersebut. Meski demikian, angkatan laut Israel belum berhasil menghentikan seluruh armada GSF. Sejumlah kapal masih berhasil lolos dari pengejaran dan tetap berlayar di perairan internasional.
Konvoi yang melibatkan 54 kapal ini memulai pelayaran pada Kamis (14/5) dari wilayah Marmaris, Turki, dengan tujuan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah diberlakukan sejak 2007. Serangan terhadap flotilla tersebut memicu gelombang kecaman luas dari komunitas internasional.
Insiden ini bukan kali pertama Israel menyerang misi kemanusiaan serupa. Pada April lalu, pasukan Israel juga melakukan serangan terhadap kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani. Konvoi saat itu membawa 345 relawan dari 39 negara, termasuk Turki. Dalam peristiwa tersebut, Israel merampas 21 kapal yang mengangkut sekitar 175 aktivis, sementara kapal lainnya diizinkan melanjutkan pelayaran ke perairan teritorial Yunani.
Meski seluruh aktivis akhirnya dilepaskan di perairan internasional, dua orang relawan asal Spanyol dan Brasil sempat ditahan di pusat penahanan Israel sebelum dideportasi. Sementara itu, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, hidup dalam situasi yang sangat memprihatinkan.
Keadaan tersebut semakin parah akibat agresi genosida yang dilancarkan Israel selama dua tahun terakhir. Agresi itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.700 orang dan melukai lebih dari 172.700 lainnya, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak, serta memicu krisis kelaparan akut di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Penarikan Utang Baru Pemerintah Capai Rp305,5 Triliun hingga April 2026
Liverpool Incar Denzel Dumfries sebagai Target Utama Bek Kanan pada Bursa Transfer 2026
Erin Wartia Lawan Keputusan Komisi III DRI yang Beri Perlindungan ke Mantan ART, Tuduh Proses Hukum Tak Berimbang
Fraksi Golkar MPR Dorong Percepatan UU Obligasi Daerah sebagai Alternatif Pembiayaan Infrastruktur