BAUT Targetkan Penjualan Rp180 Miliar di 2026, Ekspansi Gerai dan Efisiensi Jadi Andalan

- Selasa, 19 Mei 2026 | 20:55 WIB
BAUT Targetkan Penjualan Rp180 Miliar di 2026, Ekspansi Gerai dan Efisiensi Jadi Andalan

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) membidik pertumbuhan penjualan neto hingga 30 persen pada tahun 2026, dengan target mencapai Rp180 miliar. Target ambisius ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (19/5/2026), sebagai bagian dari strategi ekspansi dan efisiensi perusahaan.

Angka tersebut diasumsikan tumbuh signifikan dibandingkan realisasi penjualan neto perseroan sepanjang 2025. Untuk mencapai target itu, emiten produsen bahan konstruksi ini menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mendorong pembukaan gerai baru guna memaksimalkan kinerja penjualan.

“Dengan ekspansi yang akan kami lakukan bersamaan dengan akselerasi digital, kami optimistis dapat mengejar pertumbuhan omzet lebih dari 30 persen di 2026,” ujar Direktur Utama BAUT, Foong Tak Hoy, dalam Paparan Publik (Public Expose) usai RUPST.

Salah satu bentuk ekspansi yang direncanakan adalah penambahan dua outlet RJ Steel, terutama di kawasan DKI Jakarta. Penambahan ini akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini. Hingga akhir 2025, perseroan tercatat memiliki 22 outlet RJ Steel yang tersebar di seluruh Indonesia, terdiri dari 10 kemitraan, lima waralaba, dan tujuh outlet di bawah entitas usaha RJS.

Di sisi lain, BAUT juga terus menjalin kerja sama dengan pengguna langsung dari berbagai sektor industri. Perseroan tidak hanya fokus pada ekspansi fisik, tetapi juga mengidentifikasi dan mengeksekusi proyek-proyek strategis untuk mendorong pendapatan yang berkualitas.

Melalui strategi tersebut, manajemen menargetkan laba bersih yang berkelanjutan, dimulai dari tahun ini dengan target awal sebesar Rp1,1 miliar. “Selain itu, kami juga menerapkan efisiensi biaya dengan target optimasi hingga enam persen pada 2026. Jadi, perseroan mengoptimalkan struktur biaya agar lebih ramping dan produktif,” kata Foong.

Langkah efisiensi itu diimplementasikan dengan meningkatkan produktivitas inventori, salah satunya melalui pengurangan total Stock Keeping Unit (SKU) hingga 15 persen. Strategi ini dinilai berhasil menekan biaya handling dan manajemen gudang, meningkatkan fokus penjualan dan pemasaran, serta memperkuat hubungan dengan pemasok utama.

Sementara itu, dalam upaya meningkatkan omzet, BAUT terus menggandeng perusahaan manufaktur, konstruksi, furnitur, dan proyek-proyek strategis nasional. Perseroan juga secara berkala melakukan promosi untuk merek FastFix yang telah diluncurkan pada 2024. Sejumlah proyek yang telah dijalankan pada 2025 antara lain Masjid Agung Palu, proyek smelter Manyar, proyek Amman Mineral, pengembangan Data Center, hingga Koperasi Merah Putih.

Untuk menjaga hubungan dengan pemegang saham dan investor, BAUT berkomitmen meningkatkan jumlah dan kualitas acara secara rutin. Manajemen akan menyediakan pembaruan berkala mengenai perkembangan bisnis, kinerja keuangan, serta pencapaian strategis perseroan. “Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan investor,” ujar Foong.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar