Laga hidup-mati akan tersaji di Stadion Manahan, Solo, saat Persis Solo menjamu Dewa United dalam lanjutan pekan ke-33 Liga Super 2025/2026, Sabtu, 16 Mei. Pertandingan ini menjadi sangat krusial bagi kedua tim yang mengusung misi saling bertolak belakang.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan bahwa laga ini akan menjadi panggung bentrokan dua motivasi besar. Di satu sisi, tuan rumah Persis Solo sedang berjuang lolos dari jerat degradasi. Di sisi lain, anak asuhnya datang dengan ambisi mengunci posisi empat besar di akhir musim.
Meskipun Dewa United memiliki catatan statistik yang superior dan hampir tidak pernah kalah saat bersua Persis Solo, Riekerink enggan menjadikan hal tersebut sebagai jaminan. Ia menilai kekuatan Persis Solo yang sekarang sudah jauh berubah dan tidak bisa disamakan dengan musim lalu.
"Tidak (menjadi keuntungan), karena mereka memiliki tim yang sama sekali berbeda dari saat kami bermain pertama kali, juga dari yang kami lawan tahun lalu. Jika Anda bermain melawan tim yang sama, baru itu sebuah keuntungan. Tetapi jika Anda bermain dengan tim yang hampir 60 persen pemainnya baru, maka Anda tidak bisa membandingkannya," pungkasnya.
"Laga besok sangat penting bagi kami untuk mengambil tiga poin. Persis juga membutuhkan tiga poin tersebut untuk bisa aman. Saya pikir ini adalah pertandingan tentang dua tim dengan ambisi yang berbeda," ujar Riekerink dalam sesi konferensi pers jelang laga.
Sementara itu, Riekerink menyoroti beban berat yang dipikul Persis Solo. Menghadapi dua laga sisa musim ini, Laskar Sambernyawa tidak punya pilihan selain menyapu bersih kemenangan sembari berharap pada hasil tim lain, seperti Madura United.
"Persis tidak ingin terdegradasi, jadi mereka tahu harus memenangkan dua pertandingan terakhir. Mereka juga bergantung pada Madura (United). Sayang sekali kami tidak bermain di waktu yang sama. Saya pikir Madura baru bermain satu hari kemudian," ujar Riekerink.
Berbeda dengan awal musim yang sempat berjalan kurang mulus, grafik performa Banten Warriors terus merangkak naik. Riekerink mengungkapkan bagaimana timnya secara berkala terus merevisi target mereka hingga akhirnya kini membidik zona elite empat besar.
"Bagi kami, saya pikir kami tidak memiliki awal musim yang baik seperti tiga tahun terakhir. Tetapi awalnya kami memiliki ambisi untuk masuk ke top 6, lalu naik ke top 5, dan sekarang hal itu sudah sangat tertanam di dalam tim. Ini adalah tentang tim yang ingin berada di nomor empat di liga pada akhir musim nanti," tegasnya.
Artikel Terkait
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah