Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026, Ajak Umat Perkuat Harmoni Bangsa

- Kamis, 14 Mei 2026 | 11:35 WIB
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus 2026, Ajak Umat Perkuat Harmoni Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia, seraya berharap momentum keagamaan ini mampu memperkuat nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus Tahun 2026 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Semoga peringatan ini membawa kedamaian, sukacita, dan semangat baru dalam membangun kehidupan yang harmonis,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, peringatan hari besar keagamaan merupakan momen strategis untuk memperdalam spiritualitas sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan. Ia menekankan bahwa setiap perayaan keagamaan mengandung pesan moral yang relevan bagi kehidupan bersama.

“Setiap peringatan keagamaan memiliki pesan moral yang relevan bagi kehidupan bersama, seperti nilai kasih, pengorbanan, keadilan, dan perdamaian yang dapat menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang rukun dan saling menghormati,” lanjutnya.

Di sisi lain, Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persaudaraan dan memperluas kontribusi umat beragama dalam kehidupan sosial. Nasaruddin berharap umat Kristiani terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui penguatan solidaritas, kepedulian terhadap sesama, serta kerja sama lintas elemen masyarakat.

“Nilai-nilai agama perlu dihadirkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjaga harmoni, memperkuat persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” pesannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar