Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dengan tegas menolak segala upaya Amerika Serikat untuk menguasai Venezuela. Penolakan itu disampaikan sebagai respons terhadap unggahan media sosial resmi Gedung Putih yang menampilkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Petro menegaskan bahwa pencaplokan Venezuela bertentangan dengan warisan Simon Bolivar, seorang perwira militer asal Venezuela yang berperan penting dalam membebaskan negaranya dari kekuasaan Kekaisaran Spanyol. Menurut Petro, tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan tanpa persetujuan dari rakyat Venezuela sendiri.
"Cuitan resmi dari Gedung Putih ini merupakan gagasan yang keliru sepenuhnya, bertentangan dengan gagasan Simon Bolivar," tulis Petro melalui akun media sosial X.
Sikap ini bukan kali pertama diambil oleh Petro. Ia telah berulang kali membela kedaulatan Venezuela dari ancaman Amerika Serikat, seraya menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dalam hubungan dengan negara tetangganya tersebut.
Kolombia dan Venezuela memiliki perbatasan darat sepanjang lebih dari 2.170 kilometer. Kedua negara juga terikat oleh sejarah yang erat, mengingat keduanya pernah menjadi bagian dari satu kesatuan negara di masa lalu.
Artikel Terkait
ASEAN-India Bazaar 2026 Hadirkan Perpaduan Kuliner, Seni, dan Diplomasi Budaya di Jakarta
Sembilan WNI yang Ditahan Militer Israel di Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Haramain Tingkatkan Kapasitas Kursi 11 Persen untuk Layani 2,2 Juta Jemaah Haji 2026
Kakek 69 Tahun Nekat Tusuk Mantan Istri di Pernikahan Anak karena Dendam Harta Gono-Gini