UEA Diam-diam Serang Kilang Minyak Iran di Pulau Lavan sebagai Balasan

- Selasa, 12 Mei 2026 | 20:10 WIB
UEA Diam-diam Serang Kilang Minyak Iran di Pulau Lavan sebagai Balasan

Uni Emirat Arab secara diam-diam melancarkan serangan balasan terhadap Iran dengan menyasar sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, sebuah langkah yang baru terungkap di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Serangan itu dilaporkan terjadi pada awal April, bertepatan dengan momen ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran. Akibat serangan tersebut, kebakaran besar dilaporkan melanda fasilitas minyak itu dan melumpuhkan operasinya.

Informasi mengenai serangan balasan ini diungkap oleh Wall Street Journal pada Senin (11/5) waktu setempat, yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui langsung soal operasi tersebut. Sebelumnya, sejak awal Mei 2026, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan dari wilayah Iran. Dari jumlah itu, sedikitnya 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone berhasil dicegat pada Senin (4/5). Tiga orang dilaporkan terluka akibat serangan gelombang pertama tersebut.

Menanggapi situasi itu, UEA menegaskan bahwa pihaknya memiliki “hak penuh dan sah” untuk merespons serangan terbaru Iran. Tiga hari berselang, serangan udara kembali terdeteksi berasal dari wilayah Iran dan menyebabkan sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka. Namun, Kementerian Pertahanan UEA tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai lokasi serangan maupun detail tentang para korban.

Otoritas UEA kemudian merilis peringatan pada Jumat (8/5) pagi pukul 06.43 waktu setempat, yang mengumumkan bahwa negara itu sedang merespons ancaman. Warga diimbau untuk tetap berada di tempat yang aman dan menunggu informasi terbaru dari saluran resmi pemerintah. Sementara itu, Iran dilaporkan membalas serangan terhadap kilang minyaknya dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA dan juga Kuwait.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar