Kadis SDA DKI Blusukan, Temukan Rembesan Air Laut di Tiga Titik Rawan Rob

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 15:40 WIB
Kadis SDA DKI Blusukan, Temukan Rembesan Air Laut di Tiga Titik Rawan Rob

Ika Agustin Ningrum, sang Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI, blusukan ke tiga titik yang jadi sumber masalah. Di tanggul laut Jakarta, rembesan dan limpasan air laut ternyata masih terjadi, memicu banjir rob yang meresahkan warga.

Lokasi pertama yang dicek adalah tanggul di Muara Baru. Pendi, Kasatpel Kecamatan Penjaringan, menjelaskan situasinya.

"Sejak beberapa hari lalu, tanggul di sini mulai rembes. Usianya sudah tua, jadi wajar kalau ada bagian yang melemah. Airnya merembes pelan-pelan dari balik struktur, bukan genangan biasa,"

Katanya. Untuk sementara, tim di lapangan berjibaku menyumpal setiap celah bocor yang ditemukan dengan karung pasir. Sudah sekitar 500 karung yang dikerahkan, dan jumlah itu dipastikan bakal bertambah. Soalnya, titik-titik rembesan baru masih terus ditemukan saat proses peninjauan berlangsung.

Perjalanan berlanjut ke titik kedua, tepatnya di Pelabuhan Muara Baru. Kawasan Jalan Tuna III sempat ramai di media sosial karena video limpasan air dari dermaga. Ternyata, air laut itu menyembur keluar dari celah-celah pagar pembatas yang langsung berhadapan dengan laut lepas.

"Kami dapat instruksi langsung dari bu Kadis untuk segera memasang tanggul pasir sepanjang pagar itu. Panjang pastinya masih kami hitung, soalnya areanya luas banget,"

ungkap Pendi. Nah, penanganan di sini agak berbeda. Karena wilayahnya berada di bawah Pelindo, pembangunan tanggul permanen tak bisa dilakukan sembarangan. Opsi yang diambil adalah tanggul pasir sementara fleksibel, dan bisa disesuaikan dengan dinamika lapangan.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah kawasan Pengedokan Mandala Bahari. Kondisi di sini disebut-sebut lebih pelik. Limpasan air datang dari area pergudangan yang berbatasan langsung dengan laut. Yang bikin rumit, banyak bangunan warga yang berdiri hampir menyentuh garis air. Jaraknya sangat mepet, sehingga risiko banjir rob jadi lebih tinggi.

Dari tiga lokasi itu, terlihat jelas bahwa tekanan air laut ke daratan masih jadi tantangan serius. Penanganan darurat dengan karung dan tanggul pasir mungkin bisa meredam sementara, tapi persoalan infrastruktur yang menua dan tata ruang yang berdesakan dengan laut jelas butuh solusi yang lebih mendasar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar