AS Jatuhkan Sanksi ke 12 Perusahaan dan Individu atas Perantara Penjualan Minyak Iran ke Tiongkok

- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:30 WIB
AS Jatuhkan Sanksi ke 12 Perusahaan dan Individu atas Perantara Penjualan Minyak Iran ke Tiongkok

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menjatuhkan sanksi terhadap 12 perusahaan dan individu yang dituduh menjadi perantara penjualan serta pengiriman minyak Iran ke Tiongkok. Langkah agresif ini diumumkan pada Senin (11/5/2026), hanya beberapa hari sebelum Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Beijing.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Washington untuk memutus akses finansial Tehran yang dinilai mengancam stabilitas global. “Kami akan terus memutus rezim Iran dari jaringan keuangan yang digunakannya untuk melakukan tindakan teroris dan menstabilkan ekonomi global,” ujar Bessent dalam pernyataan resminya.

Sanksi baru ini dijatuhkan di tengah memburuknya hubungan antara Washington dan Tehran. Di hari yang sama, Trump melontarkan pernyataan pesimis mengenai efektivitas kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah berlangsung selama sebulan terakhir. Ia menyebut perjanjian damai antara AS dan Iran saat ini berada dalam kondisi kritis, atau “sekarat” (massive life support).

Dukungan Tiongkok terhadap Iran diprediksi akan menjadi agenda panas dalam pertemuan bilateral di Beijing nanti. Selain masalah perdagangan minyak, AS juga menyoroti kerja sama militer kedua negara tersebut. Bulan lalu, laporan intelijen AS mengindikasikan bahwa Tiongkok tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara baru ke Iran. Informasi ini muncul di tengah kekhawatiran global akan eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran.

Penjatuhan sanksi ini dinilai sebagai upaya AS untuk memperkuat posisi tawarnya di hadapan Tiongkok, sekaligus memberikan tekanan maksimal kepada Iran di tengah ketidakpastian diplomasi yang menyelimuti kedua belah pihak. Dengan sanksi ini, Washington berharap dapat menekan pendapatan ekspor minyak Iran yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian negara tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar