Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menggelar pertemuan untuk mematangkan tata kelola anggaran serta memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan itu berlangsung di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/6/2026), dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penggunaan kas negara berjalan akurat.
Dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Purbaya menjelaskan bahwa diskusi mencakup sejumlah agenda strategis. Mulai dari efisiensi anggaran, penanganan inefisiensi, pengawasan pelaksanaan program, hingga rencana akselerasi khusus untuk wilayah 3T Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
"Kemarin sore, Menkeu Purbaya menerima Kepala @badangizinasional.ri Nanik S. Deyang di kantor @kemenkeuri, membahas upaya efisiensi anggaran, penanganan inefisiensi, serta pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, dan rencana akselerasi untuk wilayah 3T," tulis Purbaya.
Kedua pimpinan lembaga sepakat memperketat pengawasan harian guna mengantisipasi kebocoran atau inefisiensi alokasi anggaran di lapangan. Penguatan sistem pengawasan berlapis dinilai penting mengingat program prioritas nasional ini melibatkan distribusi logistik dalam skala besar.
Selain memperketat sisi anggaran, Kemenkeu dan BGN merumuskan formula akselerasi khusus bagi wilayah klaster 3T. Langkah afirmasi ini diambil agar anak-anak di pelosok dan perbatasan negara mendapatkan hak pemenuhan gizi yang setara, tidak tertinggal dari wilayah perkotaan.
Kementerian Keuangan menegaskan bahwa dialog intensif ini menjadi tonggak krusial dalam menyempurnakan struktur eksekusi program pemenuhan gizi nasional ke depan.
"Diskusi ini menjadi langkah strategis sekaligus komitmen pemerintah dalam melakukan perbaikan terhadap program MBG," lanjut unggahan tersebut.
Melalui bauran evaluasi dan perbaikan tata kelola yang terus bergulir, pemerintah optimistis program jaring pengaman sosial ini dapat beroperasi secara optimal dan memiliki daya tahan jangka panjang.
"Ke depannya, program ini diharapkan akan lebih tepat sasaran, serta memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan bagi anak-anak Indonesia," tutup akun resmi Purbaya.
Artikel Terkait
Gelombang Panas dan Kekeringan di Eropa Pangkas Pendapatan Rumah Tangga, 5,6 Juta Warga Terancam Miskin
Pemerintah Pastikan Dua Pabrik Otomotif Jepang di Jatim Tunda Relokasi ke Vietnam, 7.000 Buruh Terancam PHK
MDIY Suntik Anak Usaha Rp122,5 Miliar untuk Ekspansi Ritel di Luar MR DIY
Merdeka Copper Gold Bagi Dividen Perdana Rp300 Miliar meski Masih Rugi