Suasana hangat mewarnai pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Usai rapat koordinasi, keduanya saling melontarkan pujian di hadapan awak media, menciptakan momen yang jarang terlihat di antara pejabat publik.
Saat sesi tanya jawab, Bahlil tiba-tiba mengarahkan perhatian wartawan kepada Purbaya dengan menyebutnya sebagai "Menteri nomor 1". "Gini, kalian tanya kepada Menteri yang kinerjanya nomor 1, Pak Menteri Keuangan," ujar Bahlil sambil tersenyum.
Purbaya menanggapi dengan santai, justru memuji Bahlil sebagai menteri berprestasi yang berhasil mendongkrak penerimaan negara. "Itu kan kata orang, belum tentu betulan. Yang nomor 1 betulan kan ini (tunjuk Bahlil) menghasilkan PNBP yang di atas target APBN selama ini," balasnya.
Di balik candaan tersebut, pertemuan sebenarnya membahas hal serius: persiapan teknis dan pola implementasi pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan atas (desil 9 dan 10). Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah belum akan menerapkan kebijakan ini dalam waktu dekat, melainkan secara bertahap.
"Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang kuatir 9-10, supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap. Sekarang kita lihat sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina, sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan," kata Purbaya.
Mengenai kemungkinan pemberlakuan mulai Januari mendatang, Purbaya menegaskan belum ada kepastian tanggal. Fokus pemerintah saat ini adalah menyempurnakan kesiapan sistem dan memperhitungkan berbagai masukan teknis.
Bahlil menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar subsidi energi yang mencapai ratusan triliun rupiah dapat disalurkan tepat sasaran. "Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Presiden. Nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri," ungkapnya.
Candaan "Menteri Nomor 1" yang dilontarkan keduanya merujuk pada hasil survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli–3 Agustus 2026. Dalam survei tersebut, Purbaya dan Bahlil masuk dalam jajaran menteri dengan kinerja terbaik. Purbaya menempati posisi pertama dengan tingkat kepuasan 42,8 persen, disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (33,5 persen), dan Bahlil di posisi ketiga dengan 32,0 persen. Posisi berikutnya ditempati Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (30,9 persen), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (26,5 persen), serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (25,3 persen).
Artikel Terkait
Pemerintah Pusat Tuntaskan Penyaluran Dana Bantuan Rp 20,5 Triliun ke 490 Pemda
Menkeu Purbaya Dukung Destry Damayanti sebagai Calon Gubernur BI
Pemerintah Siap Batasi Pembelian Pertalite untuk Masyarakat Mampu
Menkeu Terima Kunjungan Bahlil, Pembahasan Dana Kompensasi Energi Mengemuka