Bayi Baru Lahir Alami Patah Tulang Paha Usai Operasi Sesar, Keluarga Laporkan RSUD Waingapu ke Polisi

- Selasa, 12 Mei 2026 | 01:40 WIB
Bayi Baru Lahir Alami Patah Tulang Paha Usai Operasi Sesar, Keluarga Laporkan RSUD Waingapu ke Polisi

Laporan polisi resmi diajukan keluarga Arnoldus Hapu Hunggu ke Polres Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, menyusul dugaan malapraktik di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Bayi laki-laki yang baru dilahirkan melalui operasi sesar pada Jumat pekan lalu itu ditemukan mengalami patah tulang paha, memicu pertanyaan serius tentang prosedur medis yang dijalankan.

Didampingi Aliansi Masyarakat Peduli Sumba Timur (AMPST), keluarga pasien melaporkan kasus ini untuk mengusut apakah terdapat unsur kelalaian dalam penanganan persalinan. Ketua AMPST, Ricky Prihatin Core, menekankan pentingnya keterbukaan dari pihak rumah sakit.

"Harus ada penjelasan terbuka. Mengapa ada rentang waktu yang lama dari saat rujukan hingga operasi, dan apa penyebab pasti patah tulang tersebut," ujarnya, Senin (11/5/2026).

Kekhawatiran keluarga muncul begitu mereka melihat kondisi fisik sang bayi tidak normal sesaat setelah persalinan. Kecurigaan itu kemudian dikonfirmasi oleh hasil rontgen yang menunjukkan adanya patah tulang paha yang cukup serius pada tubuh bayi laki-laki tersebut.

Arnoldus menceritakan, istrinya yang merupakan pasien BPJS dirujuk dari Puskesmas Nggoa pada Kamis (7/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Surat rujukan menyebutkan bahwa bayi dalam kandungan mengalami lilitan tali pusat sehingga memerlukan penanganan darurat. Meski telah berada di ruang kebidanan sejak malam itu, tindakan operasi sesar baru dilakukan pada Jumat siang. Bayi lahir dengan berat badan 3,42 kilogram dan panjang 51 sentimeter, namun dalam kondisi kaki yang memprihatinkan.

"Kami sangat sedih, ini putra pertama kami. Kami mempertanyakan mengapa operasi baru dilakukan keesokan harinya dan bagaimana prosedur persalinannya sampai kaki anak saya patah," ujar Arnoldus.

Sementara itu, pihak manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu membenarkan peristiwa tersebut. Kepala Tata Usaha rumah sakit, Samuel Lay Riwu, mengakui bahwa kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di fasilitas kesehatan tersebut. Meski demikian, ia mengklaim seluruh proses persalinan telah dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kami tetap bertanggung jawab untuk memberikan penanganan medis secara intensif kepada bayi tersebut. Kami juga akan terus mendampingi pihak keluarga selama proses pemulihan," kata Samuel.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Satreskrim Polres Sumba Timur. Penyidik dijadwalkan akan memanggil sejumlah saksi, baik dari pihak keluarga maupun tim medis yang bertugas saat persalinan berlangsung, untuk mengungkap fakta di balik insiden tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags