Gelombang politik baru tengah mengguncang Partai Demokrat di Amerika Serikat. Kandidat-kandidat progresif yang lantang menyuarakan dukungan terhadap Palestina mulai berhasil menggeser petahana mapan yang selama ini menjadi pendukung setia Israel. Fenomena ini terlihat jelas dalam serangkaian pemilihan pendahuluan (primary) di beberapa negara bagian, menandai pergeseran signifikan di peta elektoral negeri Paman Sam.
Di New Jersey, Adam Hamawy menjadi salah satu wajah baru yang menonjol. Dokter dan relawan yang pernah bertugas di Gaza ini memenangkan kursi DPR AS dari Partai Demokrat. Kemenangannya tidak lepas dari dukungan tokoh-tokoh progresif nasional seperti Bernie Sanders dan Ilhan Omar. Keberhasilan Hamawy menjadi sinyal kuat bahwa isu kemanusiaan di Gaza kini telah menjadi isu sentral yang menentukan dalam kontestasi politik elektoral Amerika.
Kemenangan serupa juga terjadi di New York. Darializa Avila Chevalier, seorang aktivis yang gencar mengorganisasi aksi-aksi menentang perang di Gaza di kampus-kampus AS, berhasil menumbangkan petahana Adriano Espaillat yang dikenal pro-Israel. Masih di negara bagian yang sama, Brad Lander, yang secara terbuka menentang bantuan militer AS kepada Israel, juga mengalahkan petahana pro-Israel Dan Goldman.
“Apa yang telah kami tunjukkan adalah bahwa dukungan tanpa kompromi terhadap kebebasan Palestina bukan hanya posisi yang benar secara moral, tetapi juga jalan menuju kemenangan bagi kandidat progresif,” kata Beth Miller, direktur politik organisasi advokasi Jewish Voice for Peace (JVP) Action.
Gaza kini tidak lagi hanya terdengar di jalanan dan kampus-kampus AS. Isu ini mulai diterjemahkan menjadi suara di bilik pemungutan suara dan secara perlahan mengubah peta politik Amerika dari dalam.
Artikel Terkait
Anak Terpapar Judi Online Lewat Algoritma, Orang Tua Kalah Cepat dari Media Sosial
Diskresi DPP Golkar untuk IAS Dinilai Tak Ubah Peta Dukungan, Mayoritas DPD II Tetap Solid ke Munafri
INDEF Peringatkan Ekonomi Indonesia Rapuh di Tengah Ancaman Geopolitik, Krisis Energi, dan Perubahan Iklim
Belajar dari Program Makan Gratis AS, Pengelolaan Kantin Sekolah Dinilai Lebih Efisien Ketimbang Libatkan Vendor