Persaingan Gelar Super League Makin Panas: Borneo FC Samai Poin Persib, Dua Laga Terakhir Jadi Penentu

- Senin, 11 Mei 2026 | 23:00 WIB
Persaingan Gelar Super League Makin Panas: Borneo FC Samai Poin Persib, Dua Laga Terakhir Jadi Penentu

Persaingan perebutan gelar juara Super League 2025/2026 memasuki babak paling krusial setelah kemenangan dramatis Borneo FC Samarinda atas Bali United mengubah peta persaingan di puncak klasemen. Ketika banyak pihak mulai menganggap Persib Bandung berada di jalur aman menuju trofi, Pesut Etam justru datang membawa ancaman serius yang membuat perburuan gelar kembali terbuka lebar hingga dua pekan terakhir musim ini.

Kemenangan dengan skor 3-2 yang diraih Borneo FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin (11/5/2026), sukses menyamakan perolehan poin mereka dengan Persib Bandung di puncak klasemen sementara. Kedua tim sama-sama mengoleksi 75 angka dari 32 pertandingan, meskipun Maung Bandung masih berhak menempati posisi pertama karena unggul dalam rekor head to head atas klub asal Samarinda tersebut. Situasi ini membuat dua laga tersisa berubah menjadi penentuan nasib, dan menariknya, jalan Persib menuju gelar juara kemungkinan besar akan ditentukan di kandang PSM Makassar.

Persib sendiri baru saja meraih kemenangan penting atas Persija Jakarta dengan skor 2-1 di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5). Dalam laga panas penuh tekanan tersebut, tim asuhan Bojan Hodak sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie sebelum bangkit lewat gol balasan dan memastikan kemenangan melalui aksi Adam Alis. Kemenangan itu sempat membuat publik Bandung percaya diri bahwa trofi juara sudah semakin dekat, namun hanya berselang sehari, Borneo FC mengirim pesan tegas bahwa perburuan gelar belum selesai.

Di Bali, tim asuhan Fabio Lefundes memperlihatkan mental juara yang luar biasa. Sempat tertinggal lebih dulu dari gol Teppei Yachida pada menit ke-21, Pesut Etam tidak runtuh dan justru tampil semakin agresif di babak kedua. Mariano Peralta menjadi sosok sentral kebangkitan Borneo FC setelah golnya pada menit ke-49 membuat pertandingan kembali hidup. Pemain asal Argentina itu kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi penalti pada menit ke-74 menyusul pelanggaran handball yang dilakukan Bagas Adi.

Drama belum berhenti. Dua menit setelah tertinggal, Bali United berhasil menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Caxambu. Stadion Dipta kembali bergemuruh dan momentum sempat terlihat berpihak kepada Serdadu Tridatu. Namun hanya tiga menit berselang, Borneo FC kembali menghantam melalui Juan Villa yang mencetak gol ketiga, memastikan kemenangan penting bagi Pesut Etam. Bahkan Borneo sempat dua kali mencetak gol tambahan melalui Juan Villa dan Koldo Obieta, namun keduanya dianulir karena offside. Meski begitu, kemenangan 3-2 sudah cukup menjaga mimpi juara mereka tetap hidup.

Kini, perhatian publik sepak bola nasional langsung tertuju pada jadwal pekan ke-33. Persib akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, markas PSM Makassar, pada 17 Mei mendatang. Sementara di hari yang sama, Borneo FC akan melawat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini. Di atas kertas, pertandingan melawan Persijap memang terlihat lebih ringan bagi Borneo FC, sementara Persib harus menghadapi PSM yang mulai bangkit setelah memastikan diri bertahan di Super League.

Di sinilah tensi perebutan gelar menjadi semakin menarik. PSM mungkin sudah aman dari ancaman degradasi, tetapi Pasukan Ramang tetap memiliki harga diri besar untuk dipertaruhkan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Parepare membuat mereka dipastikan tidak akan memberikan kemenangan dengan mudah kepada Persib. Apalagi sepanjang sejarah, pertandingan antara PSM dan Persib hampir selalu berlangsung keras, emosional, dan penuh tekanan.

Bagi Persib, laga di Parepare bisa menjadi pertandingan paling menentukan musim ini. Jika mampu menang, jalan menuju gelar akan semakin terbuka lebar karena laga terakhir mereka hanya menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun jika terpeleset di kandang PSM, situasi bisa berubah total. Borneo FC siap menyalip di tikungan terakhir. Pesut Etam sendiri masih akan menghadapi Malut United pada pekan pamungkas di kandang mereka sendiri. Dengan performa yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, peluang mereka merebut gelar tetap terbuka sangat besar.

Persaingan ini membuat dua pekan terakhir Super League musim 2025/2026 dipastikan berlangsung panas. Di satu sisi, Persib sedang mengejar gelar juara yang sudah lama dinanti. Di sisi lain, Borneo FC datang membawa ancaman serius dengan mental bertarung yang semakin kuat. Dan di tengah pertarungan dua kandidat juara itu, PSM Makassar kini memegang peran penting sebagai penentu arah trofi musim ini. Parepare pun bersiap menjadi panggung besar penentuan juara Super League.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar