Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa Washington siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal jika Teheran menolak menandatangani kesepakatan yang diajukan pemerintah Amerika Serikat.
“Sama seperti kami mengalahkan mereka hari ini, kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras dan lebih kejam di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu, secepatnya,” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam unggahan yang sama, Trump juga membanggakan kekuatan militer Amerika Serikat. Ia mengklaim bahwa kapal perusak rudal Angkatan Laut AS berhasil melumpuhkan serangan drone Iran. Ia menyebut drone-drone itu “terbakar di udara” sebelum akhirnya jatuh ke laut.
“Drone datang lalu terbakar di udara. Mereka jatuh begitu indah ke samudra, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya,” kata Trump dalam pernyataannya yang bernada sarkastis.
Meski ketegangan meningkat, Trump mengakui bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih berlaku. Namun, ia menuding Teheran tengah “mempermainkan” Washington di tengah negosiasi yang berlangsung alot. Serangan balasan antara kedua negara pada Kamis terjadi saat Iran tengah meninjau proposal Washington terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik di kawasan.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel menggempur sejumlah target di Iran. Serangan itu menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil. Situasi sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.
Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Trump kemudian memperpanjang penghentian operasi militer untuk memberi kesempatan terakhir kepada Iran mengajukan “proposal terpadu”. Di tengah memanasnya konflik, Trump juga meluncurkan “Project Freedom”, sebuah operasi khusus untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Akan tetapi, pada Selasa lalu, ia memutuskan menghentikan sementara operasi tersebut demi membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
Artikel Terkait
Polisi Tahan Pria di Sinjai Diduga Cabuli Remaja 15 Tahun, Adiknya Jadi Tersangka Anak
Xi Jinping: Hubungan AS-Tiongkok Harus Berlandaskan Kemitraan, Bukan Persaingan
Polisi Bantah Kaitan Penemuan Jasad Remaja di Karawang dengan Bentrokan Suporter, Ungkap Motif Perampokan
Polisi Filipina Tangkap Satu Tersangka Baku Tembak di Gedung Senat, Senator Buronan ICC Berlindung di Dalam