Trump Desak Xi Jinping Gunakan Pengaruh ke Iran dalam Pertemuan Beijing Pekan Ini

- Senin, 11 Mei 2026 | 15:50 WIB
Trump Desak Xi Jinping Gunakan Pengaruh ke Iran dalam Pertemuan Beijing Pekan Ini

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan akan mendesak pemimpin China, Xi Jinping, dalam pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Salah satu agenda utama yang akan diangkat adalah hubungan China dengan Iran, mengingat Beijing merupakan pembeli utama minyak dari negara tersebut.

Washington selama ini terus mendorong Beijing agar menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Teheran menerima proposal damai yang diajukan Amerika Serikat. Desakan tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi AS di kawasan Timur Tengah yang melibatkan peran aktif China sebagai mitra dagang utama Iran.

Menurut laporan yang dikutip dari Bloomberg, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 13 hingga 15 Mei. Pertemuan antara Trump dan Xi dijadwalkan berlangsung pada Kamis dan Jumat di Beijing. Selain isu Iran, sejumlah sumber menyebutkan bahwa kedua pemimpin juga diperkirakan membahas persoalan Taiwan, perdagangan, dan teknologi.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyampaikan pernyataan resmi kepada wartawan terkait agenda pertemuan tersebut.

“Presiden Trump akan terus melakukan apa yang telah dilakukannya selama setahun terakhir: menyeimbangkan kembali hubungan dengan China dan memprioritaskan prinsip timbal balik dan keadilan untuk memulihkan kemerdekaan ekonomi Amerika,” ujar Kelly.

Ia menambahkan, “Rakyat Amerika dapat mengharapkan presiden untuk memberikan lebih banyak kesepakatan yang menguntungkan bagi negara kita.”

Trump dijadwalkan tiba di China pada Rabu malam. Keesokan harinya, ia akan mengikuti upacara penyambutan resmi di pagi hari, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Xi Jinping. Pada sore harinya, presiden AS itu dijadwalkan mengunjungi sebuah kuil, dan pada malam harinya menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.

Rangkaian pertemuan akan ditutup pada Jumat dengan agenda minum teh dan makan siang bersama antara kedua pemimpin, sebelum Trump meninggalkan China.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar