Polisi Tangkap 9 Pelaku Pengeroyokan di Magelang yang Tewaskan Satu Pemuda

- Senin, 11 Mei 2026 | 13:00 WIB
Polisi Tangkap 9 Pelaku Pengeroyokan di Magelang yang Tewaskan Satu Pemuda

Kepolisian Resor Kota Magelang meringkus sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap dua pemuda, RDY (19) dan KDP (17), yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia. Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, pada Minggu (12/4) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. RDY mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit setelah menjadi sasaran kekerasan massal.

Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan para pelaku pada Jumat (8/5/2026). “Perlu kami jelaskan untuk perkembangan terkait dengan kejadian di wilayah Tempuran yang terjadi tanggal 12 April tahun 2026. Di mana ada dua orang korban, satu korban meninggal dunia dan satu korban mengalami luka-luka,” ujarnya kepada wartawan di Lobby Polresta Magelang.

Kesembilan tersangka yang kini ditahan di Rumah Tahanan Polresta Magelang adalah RNC (30), ITH (23), FP (24), AV (30), MAN (30), HEP (20), DAH (29), YPN (26), serta seorang anak yang berhadapan dengan hukum berinisial MFT (17). Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang, seperti Tempurejo, Sidoagung, Mertoyudan, dan Banjaran.

Peristiwa berawal ketika kedua korban ikut dalam rombongan konvoi sepeda motor yang melintas menuju Tempuran pada dini hari. Diduga, rombongan tersebut memprovokasi sekelompok pemuda setempat yang sedang berkumpul di pos kamling. “Sekitar pukul 03.00 WIB, ada serombongan anak-anak dan pemuda menggunakan sepeda motor berjumlah kurang lebih sekitar 25 datangnya dari arah Magelang (kota). Kemudian, memprovokasi pemuda yang sedang duduk-duduk atau nongkrong di depan pos kamling tersebut,” jelas Toyib.

Provokasi itu memicu pengejaran. Para pemuda Desa Tempurejo mengejar rombongan yang datang dari Magelang. “Sehingga dikejar oleh para pemuda Desa Tempurejo, pemuda yang datangnya dari Magelang lari (arah Kota Magelang) dan saat itu dapat terkejar dua orang. Dua orang dibawa ke wilayah Tempurejo dan di situ terjadi tindak kekerasan secara bersama-sama (dikeroyok),” lanjutnya.

RDY sempat dirawat di Rumah Sakit Tentara Soedjono Magelang pada Minggu (12/4) sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa (5/5). Sementara itu, korban lainnya, KDP, mengalami luka-luka dan masih dalam pemulihan. “Dan Alhamdulillah, untuk para pelaku sudah dapat kita amankan di hari Jumat (8/5/2026), jumlah pelaku secara keseluruhan ada sembilan,” pungkas Toyib.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar