Bosch Group punya target ambisius untuk tahun depan. Perusahaan teknologi dan rekayasa asal Jerman ini ingin penjualan globalnya tumbuh antara 2 hingga 5 persen pada 2026. Caranya? Mereka akan mengandalkan inovasi untuk mengoptimalkan pasar di seluruh dunia.
Sepanjang 2025, Bosch sudah menggelontorkan dana sekitar EUR12 miliar atau setara Rp243,45 triliun untuk investasi riset dan pengembangan serta belanja modal. Hasilnya? Pendapatan penjualan mereka mencapai EUR91 miliar di periode yang sama. Lumayan besar, ya.
Tapi, margin EBIT dari operasional baru menyentuh angka 2 persen. Arus kasnya juga tercatat EUR300 juta. Nah, untuk tahun ini, mereka pasang target lebih tinggi: margin EBIT operasional bisa naik ke kisaran 4-6 persen. Optimis, sih, tapi lihat saja nanti.
Berbicara soal inovasi, Bosch bukanlah pemain kecil. Mereka termasuk salah satu perusahaan teknologi paling kuat di dunia, dan juga salah satu pemohon paten paling produktif di Eropa. Tahun lalu saja, mereka mengajukan 6.300 paten. Gila nggak tuh?
“Sebagai pemimpin teknologi global, kami berkomitmen untuk memelopori tren otomasi, digitalisasi, elektrifikasi, dan kecerdasan buatan,” ujar Chairman Board of Management Robert Bosch GmbH, Stefan Hartung, dalam keterangan resminya pada Rabu (29/4/2026).
“Karena hal tersebut membuka jalan bagi pertumbuhan bisnis yang menguntungkan,” tambahnya.
Di Indonesia, Bosch juga menunjukkan performa yang positif. Sepanjang tahun lalu, perusahaan ini mencatat pertumbuhan dua digit di beberapa lini bisnisnya. Nggak main-main, mereka sudah lama beroperasi di sini dan terus menguatkan posisi.
Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, bilang perusahaan akan terus memperkuat posisinya di Indonesia. Caranya dengan memfasilitasi transformasi industri, mobilitas teknologi, dan pengembangan kapabilitas lokal. Menurutnya, ini semua soal keberlanjutan.
Bosch menyediakan berbagai solusi di Indonesia. Mulai dari Electronic Control Units (ECU), Battery Management Systems (BMS), Bosch Car Service, hingga teknologi mobilitas lainnya. Mereka juga punya produk untuk rumah tangga, perkantoran, dan mobilitas. Lengkap, kan?
“Prioritas kami adalah terus membangun kapabilitas, memperkuat kemitraan, dan menghadirkan teknologi relevan lebih dekat ke pasar,” kata Riegger.
“Seiring upaya kami untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pada 2025, Bosch memperkenalkan kembali Bosch Car Service di Indonesia. Ini bagian dari penguatan layanan purnajual melalui pendekatan jaringan yang diperbarui dan skalabel. Mereka juga memperluas ekosistem nasional dengan 20 bengkel yang sudah beroperasi pada tahun yang sama, hasil kemitraan dengan PT XMotors International Group sebagai mitra lisensi utama.
Di sisi lain, Bosch meluncurkan 32 titik penjualan dan servis baterai otomotif di seluruh Indonesia. Langkah ini memperluas jaringan distribusi, meningkatkan aksesibilitas produk, dan mendukung performa kendaraan yang andal. Semua ini dalam ekosistem mobilitas nasional yang terus berkembang.
Nggak cuma soal otomotif, Bosch juga bergerak di bidang konsumen non-siklikal. Mereka meluncurkan delapan Home Experience Centers yang menawarkan pengalaman langsung kepada pelanggan terhadap peralatan rumah tangga. Jadi, kalau penasaran, bisa langsung coba sendiri.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Operasional Haji 1447 H Hari ke-9: 47.834 Jemaah Telah Diberangkatkan, Satu Korban Kecelakaan Bus di Madinah Masih Dirawat
ShopeePay Beri Tiga Tips Kelola Keuangan agar Libur Panjang Tak Bikin Dompet Jebol
KSPSI Pastikan Biaya May Day di Monas Tidak Gunakan APBN Sepeser Pun
Influencer China Bai Bing Didenda Rp47,98 Miliar Akibat Kurang Bayar Pajak