Kota Kyiv diguncang tragedi berdarah pada Sabtu lalu. Seorang pria bersenjata membabi buta, menewaskan enam orang dan melukai empat belas lainnya dalam serangkaian penembakan mengerikan. Pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh pasukan khusus Ukraina setelah aksi brutal yang berlangsung selama beberapa jam.
Presiden Volodymyr Zelensky dengan cepat mengonfirmasi insiden ini. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban. "Kami tidak akan melupakan korban dari kejahatan ini," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa investigasi menyeluruh akan segera dilaksanakan.
Menurut Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko, kekacauan bermula di distrik Holosiyivskiy. Pelaku pertama kali menembak empat orang di jalanan, sebuah awal yang sudah cukup mengerikan. Tapi itu belum berakhir. Dia kemudian lari, membarikade diri di sebuah supermarket dan menyandera orang-orang di dalamnya. Satu nyawa lagi melayang di tempat itu.
"Dia menembak dari jarak dekat dengan tembakan tunggal. Orang-orang hampir tidak punya kesempatan," papar Klymenko, menggambarkan kekejaman aksi tersebut.
Ia menambahkan, penembakan dilakukan secara acak, tanpa pola atau target yang jelas. Sungguh tindakan yang membuat bulu kuduk merinding.
Wali Kota Vitali Klitschko kemudian memberikan update pilu. Korban tewas bertambah menjadi enam, setelah satu korban yang sempat dirawat intensif akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Di antara yang terluka, dikabarkan ada seorang anak kecil. Sebuah detail yang membuat hati siapa pun teriris.
Untungnya, ada secercah harapan. Zelensky mengonfirmasi bahwa empat orang sandera berhasil diselamatkan dari cengkeraman pelaku. Video amatir yang beredar luas sungguh rekaman yang sulit ditonton memperlihatkan detik-detik pelaku menembak seorang pejalan kaki dari jarak sangat dekat.
Operasi yang Penuh Tantangan
Penangkapan pelaku ternyata bukan perkara mudah. Salah satu petugas di lapangan menyebut operasi berlangsung sulit. Sang penembak sama sekali tidak mau berkomunikasi. Pasukan khusus sempat mencoba bernegosiasi, namun upaya damai itu justru dibalas dengan rentetan tembakan. Mau tak mau, penyerbuan pun dilakukan.
Senjata yang digunakan adalah karabin, jenis senjata yang bisa dimiliki warga sipil secara legal. Faktanya, senjata itu terdaftar resmi. Pelaku diketahui mengajukan lisensi dan bahkan menyerahkan sertifikat medis pada Desember tahun lalu. Nah, sertifikat medis inilah yang kini jadi sorotan. Pihak berwenang sedang menyelidiki lembaga mana yang mengeluarkannya.
Jaksa Agung Ruslan Kravchenko mengungkap identitas pelaku: seorang pria berusia 58 tahun yang lahir di Moskow. Menurut Zelensky, pria ini telah lama tinggal di wilayah Donetsk, Ukraina. Ada laporan media setempat yang menyebutkan, sebelum melakukan penembakan, dia sempat membakar apartemennya sendiri. Sebuah tindakan yang memperkuat kesan keputusasaan atau rencana yang sudah matang.
Lalu, seperti apa sosoknya sehari-hari? Seorang tetangga yang mengaku telah mengenalnya selama sepuluh tahun memberikan kesaksian. Pria itu hidup menyendiri dan jarang berinteraksi. Yang mengejutkan, tetangganya menggambarkannya sebagai orang yang tampak sopan. "Dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda agresi sebelumnya," kata tetangga tersebut kepada RFE/RL Ukraina.
Sebuah kontras yang mengejutkan, antara kesan sehari-hari dan aksi mengerikan di hari Sabtu itu. Kota Kyiv pun berduka, sementara pertanyaan besar tentang motif di balik semua ini masih menggantung.
Artikel Terkait
BNPB Imbau Bunyikan Sirine dan Kentongan Serentak pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026
Kebakaran Rumah di Bogor Diduga Akibat Korsleting, Seluruh Isi Ludes
PSIM Pindahkan Kandang ke Bali untuk Hadapi Persija
PSI Targetkan 9 Kursi DPRD Banten dan 3 Kursi DPR RI pada Pemilu 2029