AHY Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Usai Kecelakaan Maut di Perlintasan Bekasi Timur

- Selasa, 28 April 2026 | 16:50 WIB
AHY Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Usai Kecelakaan Maut di Perlintasan Bekasi Timur

JAKARTA Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam lalu, bikin banyak pihak tersentak. Salah satunya Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. AHY, begitu ia biasa disapa, langsung angkat bicara. Ia menyoroti soal pelintasan kereta sebidang yang masih banyak bersinggungan dengan jalur kendaraan darat. Menurutnya, ini masalah yang harus segera ditangani.

Di sisi lain, AHY punya rencana. Ia bakal mempercepat pembangunan flyover di sejumlah titik. Bukan tanpa alasan. Menurut dia, flyover bisa jadi solusi untuk mengurai kemacetan yang sering muncul di perlintasan. Tapi lebih dari itu, soal keselamatan. “Saya minta dan saya ingin mendorong untuk mempercepat semuanya,” ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, pembangunan flyover ini butuh persiapan. Mulai dari tata ruang, pembebasan lahan, sampai proses konstruksi itu sendiri. Semua butuh waktu. Tapi ia ingin ada percepatan. “Sehingga tidak lagi ada lintasan sebidang,” tegasnya.

Nah, setelah flyover jadi atau setidaknya mulai berjalan di titik-titik tertentu, langkah berikutnya adalah pembaruan sistem lalu lintas. Sistem itu harus dikelola dengan baik. Bahkan, AHY bilang, kalau flyover sudah berdiri, lintasan sebidang lainnya bisa ditutup. “Sekaligus bisa menutup sejumlah lintasan sebidang lainnya jika flyover tersebut misalnya sudah hadir di tengah-tengah masyarakat kita,” tuturnya.

Tapi, sebelum semua itu terwujud, ada hal mendesak yang harus dipastikan. Setiap pelintasan kereta sebidang, kata AHY, wajib punya palang pintu. Juga harus ada petugas yang jaga. “Kita harus memastikan setiap titik pelintasan kereta itu harus ada pengamanan, harus ada petugas yang menjaga,” ucapnya.

Namun begitu, ia sadar, pengamanan saja tidak cukup. Harus ada solusi infrastruktur jangka panjang. Terutama di titik-titik strategis yang padat dan rawan macet. Atau, lebih parah lagi, rawan bahaya maut. “Sekaligus tentunya kita identifikasi apa saja yang bisa segera kita lakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, soal kecelakaan yang terjadi, Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan data. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, menyampaikan angka yang cukup berat. “Iya, 15 meninggal dunia, sampai siang ini,” katanya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Ia merinci, dari 15 jenazah, 10 di antaranya berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Lima sisanya ada di RS Kota Bekasi. Semuanya masih dalam proses identifikasi. “Semuanya masih dilakukan proses identifikasi,” pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar