Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Tewas dan 81 Luka-luka

- Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Tewas dan 81 Luka-luka

Presiden Prabowo Subianto menyambangi RSUD Kota Bekasi, Selasa pagi (28/4/2026). Kedatangannya bukan untuk agenda kenegaraan biasa melainkan menjenguk para korban kecelakaan kereta yang terjadi sehari sebelumnya. Sebuah insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur. Dari pantauan di lokasi, rombongan presiden tiba di lobi rumah sakit sekitar pukul 08.38 WIB. Suasana pagi itu masih lengang, tapi langsung berubah sibuk begitu mobil hitam berplat RI 1 masuk. Prabowo turun, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Begitu melangkah masuk, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sudah menunggu. Mereka saling bersalaman, lalu tanpa banyak bicara langsung berjalan beriringan ke dalam. Tujuannya jelas: melihat langsung kondisi para korban yang masih dirawat. Nah, soal kecelakaan itu sendiri begini ceritanya. Tabrakan terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur. Menurut laporan KAI, semua penumpang KA Argo Bromo Anggrek total 240 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Syukurlah. Tapi di sisi lain, nasib penumpang KRL lebih pahit. Tujuh orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara 81 lainnya mengalami luka-luka, ada yang ringan, ada yang serius. Penanganan korban tidak hanya terpusat di RSUD Bekasi. Beberapa rumah sakit lain juga kebagian peran: RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Semua bergerak cepat, semampu mereka. Begitulah. Kunjungan presiden kali ini terasa lebih personal, bukan sekadar seremoni. Mungkin itu yang dibutuhkan para korban rasa diperhatikan, bukan cuma angka di laporan. (Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar