Penulis: M. Ramadan
TVRINews, Anambas
Langkah menuju kemandirian pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai dimatangkan. Komisi II DPRD setempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana hibah lahan untuk pembangunan kompleks Perum Bulog di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur.
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Anambas, Ayub, bersama anggota komisi Maryadi dan Marjohan. Turut hadir perwakilan BPKPD bagian aset, UPT Pertanian, serta staf Kecamatan Jemaja Timur. Lahan yang ditinjau merupakan aset milik pemerintah daerah yang berada di samping Kantor Camat Jemaja Timur.
Ayub menjelaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan sebelum proses administrasi dilanjutkan.
“Tujuan kami turun bersama mitra kerja adalah memastikan lokasi tersebut tidak memiliki persoalan. Jika secara administrasi sudah sesuai, kami akan segera menyerahkan berita acara dan dokumen NPHD kepada pimpinan DPRD,” ujarnya.
Persetujuan pimpinan DPRD nantinya akan menjadi dasar dimulainya pembangunan fasilitas Bulog di wilayah tersebut.
Rencana pembangunan tidak hanya mencakup gudang penyimpanan, tetapi juga kompleks terintegrasi yang meliputi gudang beras dan rice milling, gudang mesin pengering beserta lantai jemur, hingga perumahan dinas dan kantor operasional.
Ayub berharap pembangunan fasilitas ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian lokal, terutama dalam meningkatkan produktivitas petani.
“Dengan adanya fasilitas pendukung ini, kami berharap petani lebih bersemangat meningkatkan hasil panennya. Ini juga bagian dari dukungan terhadap program penguatan pangan nasional,” katanya.
DPRD juga meminta pemerintah daerah untuk memperkuat pendampingan kepada petani agar target kedaulatan pangan di Kepulauan Anambas dapat segera tercapai.
Editor: Redaktur TVRINews
Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar
Artikel Terkait
Kejagung Buru Aset Zarof Ricar Lewat Perusahaan Bayangan demi Kembalikan Uang Negara
AHY Resmikan Penanaman Ribuan Pohon di Tol Jogja-Solo untuk Tekan Polusi dan Jaga Lingkungan
Polisi Buka Peluang Tersangka Baru di Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Psikolog Ungkap Bahaya Merasionalkan Pelecehan: Tubuh Beri Sinyal, Jangan Diabaikan