Lama kelamaan, Rani bisa dekat dengan majikannya, sampai-sampai anak dari keluarga Gerry menangis ketika akan menempuh kuliah.
"Aku dibilang ibunya yang kedua. Kemarin berangkat kuliah saya tangisi," bebernya.
Ia pun sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga dokter Gerry di Amerika Serikat.
"Ya aku pembantu. Tapi karena mereka menganggapku sebagai keluarga, pekerjaanku tetap membantu. Tetap pekerjaanku tidak membedakan aku seperti pembantu," lanjutnya.
Rani diberi jatah dua hari libur dalam waktu seminggu, bahkan ia diganjar gaji puluhan juta karena bekerja dengan baik sebagai pembantu.
Ia mengungkapkan bahwa gajinya akan digunakan untuk membantu keluarga di kampung halaman.
Gajinya per bulan bisa mencapai Rp50-60 juta setara dengan mobil bekas yang dijual di pasaran di Indonesia.***
Sumber: hops
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Sapu 22 Desa di Halmahera Utara, Akses Bantuan Terkendala
Pasar Mobil Listrik 2026: Insentif Berakhir, Perang Harga China Jadi Penyeimbang
Cici Maulina: Dari Pemain hingga Pelatih, Setia Membela Garuda Pertiwi
Indef Ingatkan Pemerintah: Program Makan Gratis Bisa Jadi Beban Fiskal Jika Tak Ditata