Liga Arab Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Atas Serangan dan Penutupan Selat Hormuz

- Rabu, 22 April 2026 | 13:05 WIB
Liga Arab Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Atas Serangan dan Penutupan Selat Hormuz

Liga Arab baru saja mengeluarkan tuntutan keras terhadap Iran. Intinya? Mereka meminta Teheran membayar ganti rugi. Bukan cuma untuk serangkaian serangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas, tapi juga terkait penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran di tengah peperangan.

Menurut laporan Anadolu Agency, Rabu (22/4/2026), tuntutan ini dituangkan dalam sebuah resolusi. Resolusi itu disahkan dalam pertemuan darurat para menteri luar negeri anggota Liga Arab, yang digelar secara virtual dan dipimpin oleh Bahrain.

Isinya tegas. Iran dinyatakan memikul "tanggung jawab internasional sepenuhnya" atas serangan-serangan yang menyasar sejumlah negara. Negara-negara yang dimaksud adalah Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait, dan Irak.

Tak cuma bertanggung jawab, Teheran juga dianggap wajib memberi "reparasi penuh" atas segala kerugian dan kerusakan yang timbul. Semua ini, kata mereka, berdasarkan hukum internasional yang berlaku.

Di sisi lain, resolusi tersebut juga menyoroti masalah lain. Mereka mengutuk keras penutupan Selat Hormuz oleh Iran, plus ancaman untuk menutup Selat Bab al-Mandeb. Langkah Iran ini dinilai melanggar hukum internasional dan prinsip kebebasan berlayar.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al Zayani, memberikan penjelasan lebih lanjut.

Menurutnya, tindakan Iran jelas mengganggu lalu lintas maritim. Lebih dari itu, hal itu mengancam keamanan pasokan energi, makanan, dan obat-obatan. Imbasnya, perdagangan global dan ekonomi dunia pun ikut dirugikan.

"Teheran harus bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari penutupan Selat Hormuz bagi navigasi internasional," tegasnya.

Namun begitu, situasinya memang rumit. Perlu diingat, awal bulan ini Iran justru balik menuntut kompensasi. Sasaran tuntutannya adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania. Iran mengklaim negara-negara itu terlibat dalam perang yang dikobarkan Amerika Serikat dan Israel melawan mereka. Jadi, saling tuntut menuntut seperti ini memperlihatkan betapa tegangnya situasi di kawasan itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar