Menteri Keuangan: Ekonomi Indonesia Akhirnya Terobos Kutukan Pertumbuhan 5 Persen

- Rabu, 22 April 2026 | 11:15 WIB
Menteri Keuangan: Ekonomi Indonesia Akhirnya Terobos Kutukan Pertumbuhan 5 Persen

JAKARTA – Selama sepuluh tahun, angka lima persen seolah jadi pagar besi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini yakin, pagar itu akhirnya bisa diterobos. Keyakinannya muncul dari data terakhir di penghujung 2025, yang menunjukkan tren naik menggembirakan.

Memang, secara akumulasi setahun penuh, ekonomi kita tumbuh 5,11 persen. Namun yang bikin mata Purbaya berbinar adalah lompatan di kuartal IV. Angkanya mencapai 5,39 persen. Bagi dia, ini bukan sekadar angka. Ini sinyal kuat bahwa transisi ekonomi nasional sedang bergerak ke arah yang benar.

"Angka terakhir pertumbuhan ekonomi kita kan 5,39 persen," ujar Purbaya.

Dia melanjutkan dengan nada optimis, "Hampir pasti kita sudah break dari kutukan pertumbuhan 5 persen."

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pencapaian ini, menurutnya, punya makna yang sangat dalam. Apalagi mengingat beratnya tantangan sejak ia menjabat pada September 2025. Situasi global sama sekali tidak ramah. Konflik geopolitik di mana-mana, rantai pasok dunia terpecah-belah, dan suku bunga global masih bertengger tinggi. Banyak negara lain justru mengalami perlambatan.

Di tengah kondisi semrawut itu, Indonesia justru bisa mempertahankan momentum. Bahkan meningkatkan lajunya. Purbaya melihat ini sebagai bukti. Kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah ternyata efektif.

Di sisi lain, sang menteri secara terbuka mengaku tidak suka dengan anggapan umum. Selama ini banyak yang berasumsi ekonomi Indonesia akan otomatis tumbuh 5 persen tanpa usaha ekstra. Purbaya menampik pandangan itu. Komitmen pemerintah, tegasnya, adalah menciptakan akselerasi yang lebih masif. Tidak boleh puas dengan status quo.

"Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5 persen," tegasnya.

Dia lalu menyindir sebuah pendapat yang kerap beredar, "Jadi saya enggak suka kisaran 5 persen. Karena kata orang-orang dulu, ada ekonom mungkin temannya Pak Darmin katanya Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6 persen."

Intinya jelas. Bagi Purbaya, bertahan di level 5 persen itu seperti pertanda pemerintah tidak berbuat banyak. Tidak ada terobosan strategis. Target ke depan harus jauh lebih ambisius.

"Kalau enggak ngapa-ngapain, tumbuh 5 persen saja," ucapnya dengan nada sedikit geram.

Lalu ia menutup dengan penegasan, "Jadi kalau 5 persen, kelihatannya kita enggak ngapa-ngapain. Makanya, kita akan ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat."

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar