60 Personel Linjam Siap Kawal Jamaah Haji Indonesia di Madinah

- Rabu, 22 April 2026 | 07:15 WIB
60 Personel Linjam Siap Kawal Jamaah Haji Indonesia di Madinah

Menyongsong musim haji 2026, tim perlindungan jamaah di Madinah sudah siap siaga. Mereka tak mau ambil risiko. Seksi Layanan Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja setempat memastikan kesiapan penuh untuk mengawal jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci.

Kepala Seksi Linjam Daker Madinah, Ali Nurohim, bilang seluruh personelnya sudah dikerahkan. Mereka disebar di berbagai titik layanan yang dianggap krusial. "Total ada 60 personel Linjam yang kami tempatkan di Kantor Daker, sektor-sektor, dan Seksus," ujarnya di Madinah, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, petugas yang bertugas di sektor akan fokus memberikan perlindungan langsung. Sasaran utamanya adalah jamaah yang menginap di hotel-hotel pemondokan. Kehadiran mereka diharapkan bisa memberi rasa aman. "Tujuan utama kami adalah memastikan jamaah merasa tenang dan yakin bahwa mereka dilindungi selama beribadah," kata Ali.

Layanannya nggak cuma soal keamanan fisik. Linjam juga siap menangani berbagai masalah teknis yang kerap dialami jamaah. Misalnya, koper yang hilang atau tertukar. Petugas akan turun tangan membantu pencarian. "Termasuk jika ada koper yang tertukar, Linjam akan membantu mencarikan dan menyelesaikan," tuturnya.

Aspek mobilitas juga dapat perhatian serius. Linjam memberikan pengamanan selama perjalanan jamaah dari hotel menuju Masjid Nabawi. Tujuannya sederhana: memastikan mereka berangkat dan pulang dengan selamat, tanpa hambatan berarti.

Dari 60 personel itu, pembagiannya cukup detail. Masing-masing sektor dapat tiga petugas. Sementara untuk Seksus, ada 32 personel yang dibagi ke dalam lima pos pengamanan di sekitar Masjid Nabawi.

Lima pos itu tersebar di lokasi-lokasi strategis. Ada di Pintu 336 (Pos 1), Pintu 328 (Pos 2), lalu Pintu 310 (Pos 3). Juga di Pintu 360 (Pos 4) serta area Raudhah yang jadi Pos 5. "Di Masjid Nabawi terdapat lima pos Linjam yang siaga 24 jam penuh untuk melayani dan melindungi jamaah," jelas Ali.

Ali juga memberi imbauan praktis. Ia meminta jamaah tidak berangkat sendirian ke masjid. Gunakan sistem berpasangan atau rombongan kecil. Cara ini bisa mencegah jamaah terpisah dan memudahkan pertolongan jika ada masalah.

Selain itu, ia menekankan hal yang sering dianggap sepele: kartu identitas. Kartu Nusuk harus selalu dibawa, jangan sampai ketinggalan di hotel. "Jangan sampai kartu Nusuk hilang atau tertinggal, karena itu penting untuk kelancaran ibadah," pesannya.

Dengan segala persiapan ini, harapannya jelas. Linjam Daker Madinah ingin jamaah haji Indonesia bisa beribadah dengan lebih tenang. Baik saat di Masjid Nabawi maupun selama beraktivitas di kota Madinah. Semoga semuanya berjalan lancar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar