Roy Suryo Akui Terima Bayaran Sebagai Brand Ambassador Buku Gibran End Game

- Selasa, 21 April 2026 | 20:20 WIB
Roy Suryo Akui Terima Bayaran Sebagai Brand Ambassador Buku Gibran End Game

Roy Suryo Buka Suara Soal Uang dan Buku 'Gibran End Game'

Dalam sebuah tayangan eksklusif di televisi, Selasa lalu, Roy Suryo mengungkap satu fakta yang cukup mengejutkan. Ternyata, pria yang belakangan ramai karena tudingan soal ijazah itu pernah menjadi brand ambassador untuk buku berjudul "Gibran End Game". Pengakuannya ini langsung menambah warna dalam perbincangan yang sudah panas.

Roy tak menampik. Dia mengakui dengan gamblang bahwa dirinya memang diminta oleh penulis buku, Rismon Hasiholan Sianipar, untuk mengemban peran tersebut. "Saya juga termasuk orang yang dulu diangkat dan diminta oleh Rismon ini untuk menjadi ambassador dalam buku Gibran End Game," ujarnya.

Menurutnya, promosi buku itu dia lakukan di beberapa kesempatan. Salah satunya di area car free day Jakarta, di tengah keramaian orang.

Namun begitu, Rismon yang hadir dalam program yang sama langsung menyodorkan pertanyaan krusial. Dia memotong pembicaraan dan bertanya apakah Roy menerima imbalan uang atas jasanya itu.

Roy pun menjawab dengan polos. "Namanya juga profesional," tuturnya, yang secara tak langsung mengiyakan pertanyaan Rismon.

Lalu berapa jumlahnya? Di sinilah ceritanya jadi agak unik. Roy mengaku belum membuka amplop berisi uang tersebut, sehingga ia tak bisa menyebut angka pastinya. Bahkan, dia sempat menawarkan untuk mengembalikannya.

"Duitnya mau saya kembalikan? Saya kembalikan, belum saya buka amplopnya. Saya gak tahu jumlahnya, belum saya buka. Itu uang dari siapa?" kata Roy, yang membuat suasana di studio sempat hening sejenak.

Pembahasan ini muncul dalam program khusus yang mengangkat perdebatan seputar dokumen ijazah. Tapi, justru pengakuan tentang hubungan bisnis dengan buku tentang Gibran ini yang menyita perhatian. Semuanya terungkap begitu saja, tanpa direncanakan, layaknya percakapan manusia pada umumnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar