"Kader-kader HMI di Sorong telah melakukan laporan terhadap kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum Polri tersebut. Tetapi laporannya sampai saat ini belum di proses, justru sebaliknya para kader merasa terintimdasi dan mendapatkan teror di Sekretariat HMI Cabang Sorong," tegas Rifyan.
Rifyan juga berharap agar Kapolri mendukung upaya HMI untuk menjaga kritisisme serta pro terhadap demokrasi. Dimana menyampaikan aspirasi di depan umum harus dijaga dan dibebaskan dari intimidasi hingga kekerasan serta upaya-upaya kejahatan lainnya.
"HMI adalah organisasi yang selalu taat para hukum, termasuk jika menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Kami selalu berpedoman pada hukum atau aturam-aturan lainnya untuk menjaga nilai-nilai yang sedang kami perjuangkan. Masalahnya adalah selalu ada oknum yang mencari-cari kesalahan kami, dan membenarkan tindakan kekerasan untuk menindak para kader kami saat aksi. Semoga ini cepat di proses, oknumnya di hukum, dan represif seperti ini tidak terulang lagi," ujar Rifyan.
Sebagai negara demokrasi, Rifyan berharap hukum tidak menjadi alat penguasa untuk menyengsarakan, menekan dan menindas rakyatnya. Termasuk para aktivis yang memperjuangkan aspirasi rakyat di depan publik demonstrasi. Rifyan juga berpesan agar Kapolri kembali memberi pemahaman nilai-nilai Presisi dilingkungan Polri agar oknum-oknum Polri ini benar-benar paham
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Polytron Raih Gelar Motor Listrik Favorit Gen Z di YCA 2026
Roy Suryo Dilaporkan Eggi Sudjana, Tetap Ngotot Usut Ijazah Jokowi
Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Anak Bohong Usia di Medsos, Kominfo Soroti Bahaya Konten Dewasa