Washington memutuskan untuk mengakhiri keringanan sanksi minyak yang sempat diberlakukan. Izin yang selama ini membuka keran minyak Iran dan Rusia ke pasar global tidak akan diperpanjang lagi setelah berakhir minggu ini. Kabar ini langsung disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dari Gedung Putih.
“Kami tidak akan memperbarui izin untuk minyak Rusia, dan kami tidak akan memperbarui izin untuk minyak Iran,” tegas Bessent dalam konferensi persnya.
Keputusan ini menandai pergeseran kebijakan yang cukup signifikan. Pasalnya, baru sebulan lalu, pemerintahan Trump mengeluarkan penangguhan sanksi itu sebagai upaya darurat. Tujuannya jelas: mengatasi kelangkaan pasokan minyak dunia yang sempat bikin harga melonjak tak karuan.
Lonjakan harga itu sendiri tidak lepas dari situasi panas di Timur Tengah. Semuanya berawal dari serangan AS dan Israel ke Iran akhir Februari lalu. Konflik kemudian merembet ke mana-mana, bahkan sempat bikin Selat Hormuz jalur laut vital untuk ekspor minyak nyaris lumpuh total. Kacau, pokoknya.
Nah, pengecualian sanksi yang dikeluarkan pada 20 Maret itu sempat meredakan ketegangan. Sekitar 140 juta barel minyak akhirnya bisa mengalir ke pasar, sedikit menstabilkan pasokan energi di tengah perang. Tapi semua itu hanya berlaku sampai tanggal 19 April. Setelah itu, selesai.
Menurut Bessent, AS sekarang malah bersiap mengambil langkah lebih keras. Pemerintahnya akan memberlakukan sanksi sekunder yang jauh lebih ketat bagi siapa pun yang masih berurusan dengan minyak Iran.
“Kami telah memberi tahu perusahaan, kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, bahwa jika uang Iran berada di bank Anda, kami sekarang bersiap menerapkan sanksi sekunder, yang merupakan tindakan yang sangat tegas,” paparnya.
Jadi, suasana di pasar energi dunia kemungkinan bakal kembali tegang. Keringanan selesai, dan aturan main yang lama siap diberlakukan kembali dengan ancaman yang bahkan lebih besar.
Artikel Terkait
Turki Perketat Keamanan Sekolah Usai Dua Insiden Penembakan Beruntun
DeepL Luncurkan Fitur Terjemahan Suara Langsung untuk Rapat dan Percakapan
Bea Cukai Ingatkan Jamaah Haji Wajib Lapor Bawa Uang Tunai Rp100 Juta
Gamis dan Abaya Dominasi Kiriman Barang Jamaah Haji, Fasilitas Bea Cukai Belanja Maksimal