Di Institut français d'Indonésie, Jakarta, Rabu lalu, suasana terasa berbeda. Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama PSSI bukan cuma rapat biasa. Mereka duduk bersama perwakilan Kedubes Prancis dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). Intinya? Membicarakan masa depan.
Acara bertajuk "Empowering the Next Generation of Women's Football, From Grassroots Development to Clairefontaine" itu jadi penanda. Kerja sama yang sudah terjalin kini makin diperkuat. Fokus utamanya memang pengembangan sepak bola perempuan di Indonesia, dari level akar rumput. Tapi, jangan salah. Ruang kolaborasinya ternyata lebih luas dari itu.
Menurut sejumlah pihak yang hadir, kolaborasi ini bisa merambah ke ranah sepak bola putra. Bahkan, wacana pertandingan uji coba antara Timnas Indonesia dan Prancis pun mengemuka. Itu bukan lagi sekadar angan-angan.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, secara terbuka mendukung gagasan itu. Baginya, peluang untuk mengukur kekuatan tim merah putih melawan juara dunia itu harus diraih.
"Untuk uji coba bagi Timnas Indonesia melawan Prancis, baik di level senior maupun level usia muda, peluang itu pasti terbuka,"
Ucapnya lugas. Pernyataan itu sekaligus jadi sinyal jelas. PSSI dan Kemenpora serius ingin membawa timnas ke level lebih tinggi, dengan menjajal tim-tim papan atas Eropa. Prancis, dengan segala prestise dan kualitasnya, tentu jadi target yang menarik.
Jadi, apa yang dimulai dari pembicaraan soal sepak bola putri, kini punya dampak riil yang lebih besar. Semua pihak tampaknya sepakat. Ini baru langkah awal dari sebuah hubungan yang diharapkan bisa melahirkan banyak hal konkret ke depan. Baik untuk pembinaan pemain muda, pertukaran pelatih, atau yang paling menggoda: kesempatan untuk berlaga di lapangan hijau melawan Les Bleus.
Artikel Terkait
Iran Buka Akses Penuh Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Lebanon Berlangsung
Kedatangan Patrick Kluivert ke Jakarta Banjir Sambutan, Latihan Barcelona Legends Terganggu
Kemenkes Luncurkan Sistem Pelabelan Nutri-Level untuk Kendalikan Gula, Garam, dan Lemak
Unpad Nonaktifkan Guru Besar Diduga Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi Pertukaran