BANDUNG - Dunia kampus kembali diguncang kabar tak sedap. Kali ini, seorang Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Korban adalah seorang mahasiswi asing yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di sana. Menurut sejumlah saksi, modusnya pun terbilang keji: sang oknum dosen diduga meminta foto-foto pribadi kepada korban.
Isu ini langsung menyebar bak kebakaran jagung. Setelah viral di media sosial, publik pun menuntut kejelasan. Tekanan datang dari mana-mana, memaksa kampus untuk bertindak cepat.
Menyikapi gelombang sorotan itu, Rektor Unpad, Prof Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, langsung ambil sikap tegas. Dia menegaskan komitmen universitas untuk menangani kasus ini tanpa kompromi.
"Sebagai langkah awal, universitas langsung menonaktifkan sementara Guru Besar yang bersangkutan dari seluruh aktivitas akademik di lingkungan Unpad,"
Pernyataan itu disampaikan Arief pada Kamis lalu. Tujuannya jelas: agar proses investigasi bisa berjalan objektif, tanpa ada intervensi atau pengaruh dari posisi terduga pelaku.
Nah, penanganan kasusnya sendiri diserahkan sepenuhnya kepada Satgas PPKS Unpad. Satgas inilah yang nanti akan mengusut tuntas duduk perkaranya. Di sisi lain, kampus juga tak lupa pada korban. Mengingat dia mahasiswi asing, Unpad menyiapkan pendampingan psikologis sekaligus bantuan hukum. Mereka juga membuka pintu lebar-lebar bagi siapa pun yang punya informasi tambahan. Tenang, identitas pelapor dijamin aman dan rahasia.
Soal koordinasi, Unpad tampaknya tak mau main sendiri. Mereka telah berhubungan dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya satu: memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai koridor yang berlaku. Pesannya keras: kampus ini tak akan memberi ruang sedikit pun pada kekerasan seksual.
Artikel Terkait
Iran Buka Akses Penuh Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Lebanon Berlangsung
Kedatangan Patrick Kluivert ke Jakarta Banjir Sambutan, Latihan Barcelona Legends Terganggu
Kemenkes Luncurkan Sistem Pelabelan Nutri-Level untuk Kendalikan Gula, Garam, dan Lemak
Fikri, Bocah Pemulung yang Viral, Kini Temukan Rumah Kedua di Sekolah Rakyat