Sisa babak pertama dan seluruh babak kedua jadi saksi kepungan Barcelona. Mereka butuh dua gol lagi untuk membalikkan agregat. Setiap serangan dilancarkan, setiap peluang diburu. Tekanan mereka nyaris membuahkan hasil beberapa kali.
Sayangnya, harapan itu makin sirna ketika Eric Garcia menerima kartu merah di menit ke-79. Bermain dengan sepuluh pemain, tugas untuk mencetak dua gol dalam sisa waktu yang sedikit mustahil dilakukan. Peluit panjang akhirnya menegaskan: Barcelona gugur.
Di ruang konferensi pers, raut wajah Flick bercampur antara bangga dan kecewa. Ia mengakui timnya bermain fantastis, terutama di babak pertama. "Gol Atletico sungguh tidak diharapkan," katanya, "tetapi itulah sepakbola."
Ia pun menegaskan keyakinannya. "Bila melihat pertandingan di kedua leg, kami layak berada di semifinal," ucap pelatih asal Jerman itu dengan tegas. Ia lalu menghela napas, menambahkan, "Kami harus mencetak lebih banyak gol, tetapi itulah hidup. Terkadang yang terbaik belum tentu menang."
Dengan hasil ini, perjalanan Barcelona di Liga Champions berakhir. Satu-satunya trofi yang masih bisa mereka kejar musim ini tinggal La Liga. Sang rival, Atletico Madrid, justru masih punya dua peluang: Copa del Rey dan tentu saja, final Liga Champions yang mereka incar.
Artikel Terkait
IMF Peringatkan Resesi Global Ancam Ekonomi Dunia Akibat Perang Iran
Menteri Haji: Persiapan Layanan Haji 2026 Capai 100 Persen
CEO TotalEnergies Usulkan Sistem Tol di Selat Hormuz untuk Jaga Pasokan Global
Wall Street Catat Laba Kuartal I 2026 yang Kuat, CEO Tetap Waspadai Risiko Global