Timnas Futsal Runner-up AFF 2026, Debutan Jawab Keraguan

- Selasa, 14 April 2026 | 17:48 WIB
Timnas Futsal Runner-up AFF 2026, Debutan Jawab Keraguan

Bandara Soekarno-Hatta, Senin lalu, ramai oleh sorak-sorai. Timnas Futsal Indonesia baru saja tiba, membawa pulang gelar runner-up Piala AFF Futsal 2026. Prestasi itu manis, tapi perjalanan menuju final penuh tanda tanya. Bagaimana tidak? Pelatih Hector Souto sebelumnya mendapat sorotan tajam karena berani membawa banyak pemain debutan. Banyak yang meragukan keputusannya.

Namun begitu, lapangan bicara lain. Thailand memang menang tipis 1-2 di final, Minggu (12/4/2026). Tapi lihatlah perjalanan tim. Mereka tampil solid, mengandalkan kombinasi pemain yang sebagian besar belum punya jam terbang internasional. Hasilnya? Mereka berhasil melaju ke partai puncak. Gagal juara, iya. Tapi pencapaian ini jauh dari kata gagal.

Beberapa nama baru benar-benar mencuri perhatian. Sebut saja Imam Anshori, Puter Junior, atau Andarias Kareth. Daniel Yeimo dan Muhammad Sanjaya juga tak kalah impresif. Bahkan, Kareth dan Sanjaya masuk dalam daftar top skor turnamen. Kontribusi mereka nyata, bukan sekadar pelengkap.

Kritik yang dulu berhamburan, pelan-pelan berubah jadi bukti. Hector Souto mengakuinya dengan lega.

“Saya sempat dikritik karena memanggil beberapa pemain ini,” ujarnya di bandara, sambil menyambut para pemain.
“Tapi mereka menunjukkan mereka bermain sangat bagus dan Indonesia punya lebih dari 14 pemain untuk bermain di turnamen internasional dengan level yang baik. Itu hal terpenting.”

Bagi Souto, ini lebih dari sekadar prestasi. Ini soal kedalaman skuad. Timnas kini tak lagi bergantung pada segelintir bintang. Ada persaingan sehat, ada pilihan.

Di sisi lain, pelatih asal Spanyol itu menegaskan satu hal: pintu timnas terbuka lebar. Dia ingin menghilangkan kesan bahwa tim nasional adalah klub eksklusif untuk pemain-pemain lama.

“Ya, sebelumnya kita hanya tahu ada 18 pemain yang biasanya dipanggil timnas, sekarang kita punya hampir 30 pemain yang terbiasa bermain dengan tim nasional. Sangat penting bagi kita untuk memiliki banyak pemain bagus di sekitar timnas,” jelasnya.

Regenerasi adalah kunci. Munculnya talenta muda memberi napas panjang untuk masa depan. Souto punya filosofi sederhana.

“Karena jika Anda hanya punya 16 pemain dan selalu 16 pemain yang sama, sepertinya tim nasional tertutup bagi pemain lain. Padahal tidak, tim nasional selalu terbuka.”

Jadi, apa arti semua ini? Runner-up itu penting, tapi yang lebih krusial adalah fondasinya. Keberanian Souto dan jawaban gemilang para debutan memberi sinyal kuat. Futsal Indonesia punya masa depan, dan masa depan itu mulai terlihat sekarang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar