Yang menarik, optimisme pelaku usaha juga terpantau tinggi. Responden survei BI memperkirakan penjualan akan terus membaik dalam 3 dan 6 bulan ke depan. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk Mei 2026 tercatat 147,2, naik tipis dari April. Untuk Agustus, angkanya bahkan lebih tinggi lagi, mencapai 162,4.
Rupanya, ada serangkaian momen penting yang jadi pendorong. Peningkatan di Mei diduga kuat dipicu oleh rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Iduladha, Kenaikan Yesus Kristus, dan Waisak. Sementara untuk Agustus, euforia HUT Kemerdekaan RI dan persiapan tahun ajaran baru diperkirakan akan menyuntikkan geliat di pasar ritel.
Lalu bagaimana dengan harga? Di sini ada sedikit catatan. Tekanan inflasi pada Mei 2026 diprakirakan meningkat, yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) sebesar 157,4. Kenaikan harga bahan baku disebut-sebut sebagai biang keroknya.
Namun begitu, ada kabar baik untuk pertengahan tahun. Untuk Agustus 2026, tekanan harga diprediksi relatif stabil. IEH Agustus diprakirakan hanya 157,2, hampir tak berubah dibanding proyeksi Juli di angka 157,1. Setidaknya, ini bisa jadi angin segar bagi daya beli masyarakat di paruh kedua tahun 2026.
Artikel Terkait
Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta