Industri perbankan nasional lagi-lagi harus jaga keseimbangan di tengah situasi yang nggak mudah. Suku bunga masih fluktuatif, sementara tekanan biaya dana belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ini jelas jadi tantangan serius buat mempertahankan margin keuntungan.
Persoalannya kompleks. Likuiditas yang ketat, ditambah persaingan ketat dalam menghimpun dana dari masyarakat, bikin biaya dana tetap tinggi. Akibatnya, ruang untuk ekspansi margin jadi terbatas. Bank pun dituntut untuk lebih cermat lagi, baik dalam mengelola sumber pendanaan maupun saat menyalurkan kredit.
Menurut Rizal Rafly, analis dari Ajaib Sekuritas, tekanan terhadap net interest margin (NIM) ini memang sedang dialami hampir seluruh industri perbankan.
Rafly bilang, strategi yang umum diambil biasanya dengan memperbanyak porsi dana murah dan memperketat seleksi kredit.
Nah, dalam kondisi seperti ini, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS punya langkah sendiri. Mereka mengoptimalkan strategi pengelolaan biaya dana dan penyaluran kredit demi menjaga margin tetap solid.
Artikel Terkait
OJK Ubah Aturan SLIK, Hanya Catat Pinjaman di Atas Rp1 Juta untuk Akselerasi KPR Subsidi
BYD Kuasai Lebih dari 60% Pasar Mobil Listrik Indonesia di Awal 2026
Dua Ormas Pemuda Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Terkait Ceramah Kontroversial
Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp497 Triliun, Tumbuh 7 Persen