Kampanye globalnya sendiri didukung video yang powerful. Mereka menggunakan lagu ikonik Willie Nelson, "On the Road Again," sebagai soundtrack. Yang ditampilkan pun bukan model atau aktor, melainkan pengendara nyata dengan momen autentik di jalan terbuka. Hasilnya? Sebuah visual yang emosional dan terasa sangat jujur.
Kampanye ini akan disebar luas, dari platform digital, televisi, hingga layanan streaming. Tujuannya satu: memperluas jangkauan. Dengan strategi ini, Harley berharap bisa menyentuh generasi pengendara baru yang mungkin selama ini hanya melihat dari jauh.
Lebih dari satu abad Harley-Davidson membentuk budaya motor dunia. Mereka tak pernah cuma jual produk; yang mereka tawarkan adalah sebuah pengalaman hidup. Mulai dari motor kustom, perlengkapan rider, sampai layanan pembiayaan.
Nah, kehadiran Ride bisa dibilang adalah babak baru dalam perjalanan panjang itu. Sebuah ajakan terbuka untuk lebih banyak orang merasakan kebebasan yang mereka bicarakan. Komunitas diharapkan makin berkembang, inovasi terus digenjot, dan tentu saja, lebih banyak cerita lahir dari setiap perjalanan.
Pada akhirnya, peluncuran ini memperkuat posisi Harley di pasar global. Mereka menegaskan komitmen pada inovasi dan emosi berkendara yang tak pernah padam. Ride menjadi jembatan antara warisan masa lalu dan visi untuk masa depan. Legenda itu, rupanya, masih punya banyak cerita yang belum ditulis.
Artikel Terkait
BSI Proyeksikan 83% Jamaah Haji Reguler 2026 adalah Nasabah Tabungan Haji
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat