Harley-Davidson baru saja melakukan gebrakan. Mereka meluncurkan sebuah platform baru bernama "Ride", yang lebih dari sekadar kampanye iklan biasa. Ini adalah reset besar-besaran, upaya untuk merangkul identitas yang segar sambil tetap berpegang pada jiwa legendarisnya. Intinya, Ride ingin menjangkau pengendara masa kini dan memperkuat ikatan komunitas yang sudah terbangun puluhan tahun.
Sejak 1903, Harley bukan cuma soal mesin dan besi. Budaya berkendara dan rasa kebersamaan itulah yang jadi intinya. Nah, platform Ride ini ingin menangkap esensi itu semua. Ia mewakili aksi, emosi, dan gaya hidup yang melekat erat pada setiap putaran roda.
Bagi banyak orang, naik Harley itu pengalaman personal yang mendalam. Ada ketenangan aneh yang muncul di jalan panjang, sebuah rasa kebebasan yang sulit dijelaskan. Setiap perjalanan punya ceritanya sendiri, dan cerita-cerita itulah yang kemudian menyatukan mereka. Ride, dalam hal ini, cuma ingin jadi simbol kebersamaan global itu.
Presiden dan CEO Harley-Davidson, Artie Starrs, dengan tegas menyebut momen ini sebagai transformasi menyeluruh bagi merek.
“Ride merayakan kegembiraan berkendara Harley-Davidson,” ujar Artie dalam pernyataan resminya, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, platform ini juga menjadi pembawa identitas visual terbaru. Logo klasik 'bar and shield' dihidupkan kembali sebagai simbol utama. Pilihan ini jelas sebuah penghormatan pada akar sejarah. Tapi di sisi lain, ini juga jadi penegasan bahwa mereka sedang melangkah ke masa depan.
Artikel Terkait
BSI Proyeksikan 83% Jamaah Haji Reguler 2026 adalah Nasabah Tabungan Haji
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat