Harga plastik di pasaran dalam negeri tiba-tiba meroket. Banyak yang menyalahkan gejolak politik dan konflik di kawasan Timur Tengah sebagai pemicunya. Mau tak mau, lonjakan ini pun langsung dirasakan oleh para pelaku UMKM dan ibu-ibu rumah tangga yang sehari-hari bergelut dengan kebutuhan kemasan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa fenomena kenaikan ini sudah terjadi di Jakarta. Namun begitu, dia dengan tegas menyatakan bahwa Pemprov DKI sama sekali tidak punya kewenangan atau andil dalam menetapkan harga komoditas tersebut.
Ucap Pramono di Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).
Di sisi lain, situasi ini justru dilihatnya sebagai sebuah momentum. Pihaknya bertekad untuk terus mencari terobosan agar ketergantungan masyarakat terhadap plastik bisa dikikis. Apalagi, mengurangi pemakaian plastik memang sudah jadi keharusan jika kita ingin lebih serius menjaga lingkungan.
Artikel Terkait
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perketat Kejar Arsenal di Puncak Klasemen
Korea Utara Uji Coba Senjata Elektromagnetik dan Bom Serat Karbon dalam Ketegangan dengan Seoul
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun