Menurutnya, momen seperti ini adalah simbol sosial yang penting. Ia melihatnya sebagai pengingat bahwa perbedaan itu wajar, tapi semua warga dipersatukan oleh satu hal: kecintaan pada Jakarta. Intinya, jangan sampai ada yang merasa terasing di kota sendiri.
“Jangan sampai ada yang merasa kecil di tengah kebesaran kotanya,” pesannya. “Semua punya tempat di sini. Semua punya ruang dan harapan.”
Pidato singkat itu seolah menjadi pengingat di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Pesannya jelas: Jakarta harus tetap menjadi rumah bagi semua orang yang tinggal di dalamnya.
Artikel Terkait
Canva Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat AI dan Otomatisasi Pemasaran
BMKG Peringatkan Puncak Musim Kemarau Kering dan Risiko Karhutla Meningkat
Anthropic Pertimbangkan Rancang Chip AI Sendiri di Tengah Lonjakan Pendapatan
Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Vietnam dan Thailand Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah