Di sisi lain, kemampuan semacam itu bukan cuma untuk pamer. Ini adalah fondasi untuk membangun pangkalan permanen di Bulan. Targetnya jelas: pendaratan berawak pada tahun 2028. Tapi jalan menuju sana tentu tidak mudah.
Menurut Wakil Administrator NASA Lori Glaze, semua pihak harus turun tangan.
Pendekatannya pun berbeda jauh dengan era Apollo. Dulu, satu roket Saturn V yang perkasa membawa semua keperluan: kapsul awak dan wahana pendaratannya. Kini, strateginya dipecah. Satu sistem untuk meluncurkan kapsul Orion yang membawa para astronot dari Bumi. Sistem terpisah lagi, yang dibangun kontraktor swasta, khusus untuk meluncurkan wahana pendaratan bulan.
Jadi, setelah sukses mengorbit, perjalanan panjang menuju permukaan Bulan benar-benar dimulai. Semua mata tertuju pada tahun 2028, apakah ambisi besar ini bisa terwujud tepat waktu.
Artikel Terkait
KAI Siap Dukung Transisi ke B50, Semua Lokomotif Sudah Terbiasa B40
TNI AL Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan AS, Kirim Kadet ke US Coast Guard
ATR/BPN Terapkan WFH untuk ASN, Jamin Layanan Pertanahan Tetap Optimal
Canva Akuisisi Dua Startup untuk Perkuat AI dan Otomatisasi Pemasaran