Namun begitu, klaim dan narasi yang dibangun para pengamat itu, katanya, tak menggoyahkan kepercayaan publik. Teddy dengan tegas menyebut angka yang konkret.
“Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” katanya.
Di sisi lain, Teddy tetap menekankan bahwa ruang perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Hanya saja, cara menyampaikannya harus punya tanggung jawab. Jangan sampai justru menebar kecemasan yang tidak perlu.
“Jadi, saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silahkan beri kritik. Tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan. Membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali. Mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” tandasnya.
Pernyataannya itu seperti ingin menegaskan bahwa kritik itu perlu, tapi lebih penting lagi adalah menjaga ketenangan dan optimisme bersama melihat masa depan.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru