Suasana di Sentra Industri Tempe Sanan, Malang, belakangan ini agak muram. Bukan karena cuaca, tapi gara-gara harga kedelai impor yang tiba-tiba meroket. Produsen tempe di sana dibuat pusing.
Kenaikannya cukup signifikan. Kalau sebelumnya mereka bisa dapat kedelai impor dari AS dengan harga Rp9.800 per kilogram, sekarang harganya sudah melonjak ke angka Rp10.600. Selisih delapan ratus rupiah per kilo itu terdengar kecil, tapi dalam skala produksi massal, dampaknya besar.
Lantas, bagaimana cara bertahan? Para pengrajin tempe terpaksa mengambil langkah yang mungkin langsung terasa oleh pembeli: memperkecil ukuran tempe. Ya, tempe yang dijual sekarang lebih tipis atau lebih kecil dari biasanya.
Artikel Terkait
Selat Hormuz Tetap Sepi Meski Gencatan Senjata Telah Disepakati
Perundingan Rahasia AS-Iran Dimulai di Islamabad Besok
Pertamina NRE Gandeng Perusahaan Singapura Kembangkan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Harga Minyak Goreng dan Beras Naik, Cabai dan Telur Turun pada Kamis (9/4)