Di tengah semua ini, Presiden AS Donald Trump berusaha meredam spekulasi. Dalam wawancara dengan NBC, ia bersikeras bahwa jatuhnya F-15 tidak akan mempengaruhi jalannya negosiasi dengan Iran.
"Ini tidak mengubah apa pun. Kami tetap bernegosiasi," katanya.
Meski begitu, sampai detik ini pembicaraan antara Washington dan Teheran belum juga menunjukkan titik terang. Jalan buntu masih terasa.
Selama operasi di Iran, militer AS sebenarnya telah kehilangan beberapa pesawat. Sebelum insiden F-15 ini, ada pesawat tanker yang jatuh di Irak. Yang cukup ironis, tiga F-15 lainnya justru ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh pesawat tempur sekutu, Kuwait. Kerumitan medan perang memang sering kali melahirkan insiden-insiden tak terduga.
Artikel Terkait
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta
Industri Plastik Berinovasi Cari Formula Baru Imbas Gangguan Pasokan Global
Pemerintah dan KJRI Jeddah Ingatkan Waspada Modus Haji Ilegal