Industri Otomotif Usulkan Ganti Pajak Bensin dengan Tarif Berbasis Berat Kendaraan

- Sabtu, 04 April 2026 | 17:00 WIB
Industri Otomotif Usulkan Ganti Pajak Bensin dengan Tarif Berbasis Berat Kendaraan

Harga bensin di AS yang terus melonjak ternyata tak hanya bikin masyarakat mengelus dada. Rupanya, para raksasa otomotif dunia juga ikut merasakan panasnya. Ford, Toyota, Hyundai, dan sederet perusahaan lain yang tergabung dalam Alliance for Automotive Innovation kini angkat bicara. Mereka punya usulan yang cukup mengejutkan: hapus saja pajak bensin federal.

Gantinya? Sebuah sistem biaya baru yang dihitung berdasarkan berat kendaraan. Tentu saja, langkah seperti ini berpotensi memicu perdebatan sengit di kalangan konsumen, terutama mereka yang sehari-hari mengandalkan kendaraan besar.

Menurut sejumlah saksi, usulan ini dilontarkan langsung oleh John Bozzella, Presiden dan CEO Alliance for Automotive Innovation. Dia menyoroti situasi saat ini, di mana konflik geopolitik seperti ketegangan AS dengan Iran mendorong harga bahan bakar minyak meroket tak terkendali. Efeknya langsung terasa. Banyak konsumen yang kini beralih ke kendaraan hybrid yang lebih irit.

“Trennya nyata,” katanya. Data penjualan hybrid pada Januari 2026 bahkan sudah menyentuh angka 19 persen. Perubahan perilaku ini, meski bagus untuk lingkungan, justru mengancam pondasi keuangan infrastruktur negara.

Dia khawatir, peralihan massal ini akan mempercepat kebangkrutan Dana Perwalian Jalan Raya.

“Ini kemungkinan akan mempercepat kebangkrutan Dana Perwalian Jalan Raya,” tegas Bozzella.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar