Dengan protokol keselamatan yang ketat, operasional perusahaan terus berjalan optimal. Tujuannya jelas: menjaga keandalan pasokan uap dan listrik untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Peran mereka cukup krusial.
“PGE Area Lahendong akan terus melakukan pemantauan secara intensif,” tegas Novi Purwono lagi.
“Kami memastikan keandalan operasi, serta menjaga keselamatan seluruh pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Koordinasi dengan pihak terkait juga kami lakukan untuk respons yang cepat dan tepat,” pungkasnya.
Memang, listrik bersih dari panas bumi Lahendong ini adalah tulang punggung pasokan untuk dua wilayah tersebut. Saat ini, kapasitasnya mencapai 120 megawatt (MW) cukup untuk memenuhi sekitar 30% kebutuhan listrik di sekitarnya.
Catatan hingga akhir Desember 2025 pun impresif: PLTP Lahendong telah menghasilkan listrik sekitar 849 gigawatt-hour (GWh). Sebuah kontribusi yang vital, yang ternyata tetap bertahan meski diguncang gempa besar.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH ASN Dinilai Minim Dampak Langsung pada Pasar Kantor Komersial
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya