Gempa besar mengguncang perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi kemarin. Guncangannya mencapai magnitudo 7,6. Tak lama setelahnya, gelombang tsunami datang menerjang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, setidaknya ada sembilan titik yang terdampak. Gelombang tertinggi, 0,75 meter, tercatat di Minahasa Utara. Wilayah lain seperti Belang dan Sidangoli juga mengalami kenaikan muka air laut dengan ketinggian bervariasi.
“Pemutakhiran Peringatan Dini, Tsunami akibat gempa dengan kekuatan:7.6, lokasi: 129 km Tenggara BITUNG-SULUT, waktu:02-Apr-26 05:48:16 WIB, telah terdeteksi di Belang (06:36WIB) 0,68m, Bitung (06:15WIB) 0,20m, Bumbulan (06:50WIB) 0,13m, Gita (06:12WIB) 0,24m, HalmaheraBarat (06:08WIB) 0,30m, Kedi (06:15WIB) 0,15m, MinahasaUtara (06:18WIB) 0,75m, Sidangoli (06:16WIB) 0,35m, Sitaro (06:15WIB) 0,19m,”
Begitu bunyi keterangan resmi dari BMKG yang dirilis tak lama setelah kejadian.
Pusat gempa sendiri berada di laut, sekitar 129 kilometer dari Bitung. Kedalamannya termasuk dangkal, hanya 33 kilometer di bawah permukaan. Menurut analisis BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault. Jenis patahan seperti ini memang seringkali memicu tsunami.
Di sisi lain, dampak guncangan terasa hingga ke Kota Ternate. Laporan awal dari BPBD setempat menyebutkan sejumlah kerusakan bangunan terjadi di Kecamatan Pulau Batang Dua.
“Info sementara ada beberapa kerusakan bangunan gedung, salah satunya Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi. Ada juga beberapa rumah (rusak). Sementara warga berlindung di gunung karena ada air surut. Demikian info sementara,”
Laporan itu menegaskan situasi yang sempat mencekam. Fenomena air laut yang surut mendadak membuat warga langsung berhamburan mencari tempat yang lebih tinggi. Insting mereka ternyata tepat. Gelombang pun datang kemudian.
Hingga berita ini diturunkan, situasi masih terus dipantau. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang. Meski ketinggian tsunami tidak ekstrem, kejadian ini mengingatkan kembali betapa rawan dan dinamisnya wilayah ini.
Artikel Terkait
Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 800 Ribu Ekor, Pasokan Capai 3,2 Juta
Juventus Gagal ke Liga Champions, CEO Konfirmasi Rencana Jual Massal Pemain
PT Dahana Catat Laba Bersih Rp509,7 Miliar di 2025, Tumbuh 1,6 Persen
PSM Makassar Kembali Kena Sanksi FIFA Akibat Tunggakan Gaji Pemain