"Apalagi kalau masih diminta pengusaha lagi, bagaimana penjualan, bagaimana produksi? Akan turun. Itu bahayanya akibatnya ini," tegasnya.
Di sisi lain, ia punya pandangan yang lebih luas tentang bagaimana seharusnya negara menyikapi tekanan. Ancaman krisis justru harus jadi pemicu untuk bekerja lebih keras, bukan alasan untuk bersantai. Pemerintah, dalam pandangannya, punya tugas penting untuk mendorong semangat ini.
"Nah, jangan kita mendidik, mengajar, memberikan budaya kalau ada masalah suruh istirahat, jangan," ucap JK.
Ia menekankan, momentum sulit ini justru menuntut produktivitas ekstra. "Ini dalam kondisi krisis ini kita harus lebih produktif, harus bekerja dengan betul. Pabrik-pabrik harus bekerja betul, pegawai atau karyawan harus bekerja dengan betul untuk mengatasi masalah ini. Jangan pulang ke rumah."
Peringatannya jelas: solusi yang terlihat sederhana dan menguntungkan di satu sisi, bisa membawa konsekuensi panjang yang justru memperparah keadaan.
Artikel Terkait
Justin Hubner Tak Tahu Soal Polemik Paspor yang Seret Rekan Setimnasnya
Bareskrim Sita 6 Kg Emas dan Rp1,4 Miliar dalam Pengembangan Kasus Pencucian Uang Tambang Ilegal
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis 31%
Polisi Buru Dua Penjambret Berpengalaman di Jelambar, Aksi Terekam CCTV