Donald Trump punya klaim yang cukup mengejutkan. Presiden Amerika Serikat itu bersikeras bahwa Iran sebenarnya sedang terlibat dalam pembicaraan damai. Menurutnya, bantahan keras yang dilontarkan Teheran hanya sebuah sandiwara. Kenapa? Trump bilang, para negosiator Iran takut nyawanya melayang di tangan rakyat mereka sendiri.
"Mereka sedang bernegosiasi, tahu? Sangat ingin buat kesepakatan," ujar Trump, Kamis lalu.
"Tapi mereka takut ngomong. Khawatir dibunuh sama orang-orangnya sendiri," lanjutnya.
Tak cuma itu. Trump menambahkan, "Mereka juga takut dibunuh oleh kita."
Komentar ini jelas bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan negaranya tak punya niatan sedikitpun untuk duduk berunding dengan AS. Trump tampaknya mengabaikan pernyataan itu. Dia malah mengulang narasi bahwa Iran sedang 'dihancurkan' dalam konflik, meski kenyataannya Teheran masih kokoh mengendalikan jalur minyak vital di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Trump juga menyelipkan serangan politik ke dalam pernyataannya. Dia menuduh Partai Demokrat berusaha mengalihkan perhatian dari keberhasilan operasi militer AS. Soal desakan Demokrat agar dia minta persetujuan kongres? Trump mengejeknya.
"Mereka benci kata 'perang'. Sebab kalau pakai kata itu, harus minta persetujuan. Makanya saya pakai istilah 'operasi militer'," candanya.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan Pegadaian Naik Tipis pada Kamis Pagi
Dewa United Kembali Berlatih dengan Energi Baru Usai Libur Panjang
Presiden Prabowo Perintahkan Optimalisasi SDA dan Hilirisasi untuk Kepentingan Negara
Kapospam Tugu Yogyakarta Meninggal Diduga Kelelahan Saat Operasi Ketupat