Trump Klaim Iran Diam-Diam Ingin Berunding, Teheran Bantah Tegas

- Kamis, 26 Maret 2026 | 08:05 WIB
Trump Klaim Iran Diam-Diam Ingin Berunding, Teheran Bantah Tegas

Donald Trump punya klaim yang cukup mengejutkan. Presiden Amerika Serikat itu bersikeras bahwa Iran sebenarnya sedang terlibat dalam pembicaraan damai. Menurutnya, bantahan keras yang dilontarkan Teheran hanya sebuah sandiwara. Kenapa? Trump bilang, para negosiator Iran takut nyawanya melayang di tangan rakyat mereka sendiri.

"Mereka sedang bernegosiasi, tahu? Sangat ingin buat kesepakatan," ujar Trump, Kamis lalu.

"Tapi mereka takut ngomong. Khawatir dibunuh sama orang-orangnya sendiri," lanjutnya.

Tak cuma itu. Trump menambahkan, "Mereka juga takut dibunuh oleh kita."

Komentar ini jelas bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan negaranya tak punya niatan sedikitpun untuk duduk berunding dengan AS. Trump tampaknya mengabaikan pernyataan itu. Dia malah mengulang narasi bahwa Iran sedang 'dihancurkan' dalam konflik, meski kenyataannya Teheran masih kokoh mengendalikan jalur minyak vital di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Trump juga menyelipkan serangan politik ke dalam pernyataannya. Dia menuduh Partai Demokrat berusaha mengalihkan perhatian dari keberhasilan operasi militer AS. Soal desakan Demokrat agar dia minta persetujuan kongres? Trump mengejeknya.

"Mereka benci kata 'perang'. Sebab kalau pakai kata itu, harus minta persetujuan. Makanya saya pakai istilah 'operasi militer'," candanya.

Gedung Putih sendiri sebelumnya sudah bersuara keras. Mereka bilang Trump siap 'melepaskan neraka' jika Iran tak mau mengakui kekalahan. Tapi anehnya, di saat bersamaan, mereka tetap bersikukuh bahwa Iran diam-diam masih mau bicara.

Namun begitu, dari Teheran, sinyal yang diterima justru bertolak belakang sama sekali. Araghchi, sang Menlu Iran, bersikap sangat gamblang. Katanya, kebijakan Iran saat ini adalah melanjutkan perlawanan.

"Saat ini, kebijakan kami adalah kelanjutan dari perlawanan," tegas Araghchi.

Dia dengan keras menampik segala kemungkinan negosiasi. Bagi Iran, duduk satu meja dengan AS di tengah situasi seperti ini bukanlah pilihan.

"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini. Tidak ada pembicaraan yang terjadi," ujarnya lagi.

Dan kalimat penutupnya paling keras: "Bicara soal negosiasi sekarang ini sama saja mengakui kekalahan."

Jadi, ada dua narasi yang sama sekali berbeda. Satu dari Washington yang bicara soal jalan damai yang tersembunyi, satunya lagi dari Teheran yang menegaskan perlawanan adalah satu-satunya jalan. Yang jelas, ketegangan masih menggantung, dan kata-kata saling serang masih terus bergema.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar