Pentagon Gandeng Boeing dan Lockheed Martin untuk Tiga Kali Lipat Produksi Sensor Rudal Patriot

- Kamis, 02 April 2026 | 05:00 WIB
Pentagon Gandeng Boeing dan Lockheed Martin untuk Tiga Kali Lipat Produksi Sensor Rudal Patriot

WASHINGTON – Langkah Pentagon kali ini cukup signifikan. Mereka baru saja mengumumkan sebuah kesepakatan produksi dengan dua raksasa pertahanan, Boeing dan Lockheed Martin. Intinya, mereka bakal melipatgandakan bahkan sampai tiga kali lipat kapasitas pembuatan "seeker" untuk rudal pencegat Patriot PAC-3 MSE.

“Departemen Pertahanan, bekerja sama dengan Boeing dan Lockheed Martin, hari ini mengumumkan kerangka kesepakatan bersejarah untuk meningkatkan hingga tiga kali lipat kapasitas produksi 'seeker' PAC-3 Missile Segment Enhancement (MSE),” begitu bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan Rabu lalu.

Nah, "seeker" ini bukan komponen sembarangan. Ia ibarat mata dan telinga rudal, sensor pemandu yang krusial di bagian hulu ledak. Kesepakatan untuk memproduksinya ini dirancang berlaku hingga tujuh tahun ke depan. Pentagon juga secara khusus menyoroti peran vital Boeing dalam menyuplai rudal PAC-3 itu sendiri.

Ini bukan satu-satunya langkah percepatan produksi yang dilakukan Pentagon belakangan. Sebelumnya, tepatnya pada 25 Maret, mereka sudah lebih dulu menandatangani perjanjian terpisah dengan Lockheed Martin. Isinya seputar peningkatan produksi Precision Strike Missile (PrSM), dengan target standar produksi masa perang.

Kalau dirinci, kerja sama itu mencakup investasi untuk peralatan canggih, modernisasi pabrik, dan tak ketinggalan pengadaan perangkat uji yang penting banget. Tujuannya jelas: mempercepat pengiriman dan menaikkan efisiensi secara keseluruhan.

Yang menarik, perjanjian ini juga membuka opsi untuk kontrak jangka panjang, bisa sampai tujuh tahun. Namun begitu, opsi multi-tahun itu masih harus menunggu lampu hijau dari Kongres AS.

Di sisi lain, langkah-langkah ini sepertinya bagian dari upaya lebih besar untuk memperkuat lini produksi pertahanan AS. Meski begitu, detail anggaran dan timeline spesifik untuk kesepakatan terbaru dengan Boeing dan Lockheed Martin masih terus digodok.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar